A. Pendahuluan
Salah seorang guru Sekolah Dasar pada saat Sosialisasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mandiri di desa Nanga Merakai Kecamatan Ketungau Hilir kabupaten Sintang pada bulan April 2007 yang lalu bertanya kepada penulis, kami pernah mendengar istilah ‘reformasi sekolah’ yang disampaikan oleh LPTK, apa maksudnya reformasi sekolah itu? Tiba-tiba saya terdiam, sebab saya tak menyangka informasi tentang reformasi sekolah juga sudah sampai ke daerah. Dalam hati saya ternyata daerah juga tidak ketinggalan informasi sebagaimana diduga banyak orang. Perlu diketahui desa Nanga Merakai dari Kota Sintang satu-satunya melalui Sungai kapuas naik Speedboat kurang lebih 3 jam.
Di Negara kita saat krisis moneter melanda Indonesia tahun 1997 muncul istilah reformasi yang menuntut rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto segera diakhiri. Di balik tumbangnya kepemimpinan Soeharto, Suasana reformasi yang diharapkan ternyata berubah dengan kebebasan yang sangat berlebihan, yang begitu terbuka tanpa mampu dikontrol. Mengingat saat reformasi berjalan aparat keamanan yang bertugas memiliki kelemahan sehingga tidak mampu menahan gejolak reformasi yang diartikan banyak orang bebas dan terbuka.
Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk November 4th, 2008
Saatnya School Reform agar Tercipta Learning Community
Ditulis oleh jeperis di/pada 4 November, 2008
Ditulis dalam Artikel | Leave a Comment »
PENGEMBANGAN SILABUS
Ditulis oleh jeperis di/pada 4 November, 2008
A. Pengertian Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
B. Prinsip Pengembangan Silabus
1. Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2. Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
3. Sistematis
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4. Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5. Memadai
Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6. Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7. Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8. Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam KTSP | Leave a Comment »










