SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

PENINGKATAN KEPROFESIONALAN GURU MELALUI LESSON STUDY

Oleh : Madia Janida, S.Pd*)

Dengan adanya UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, salah satunya guru dituntut menguasai 4 kompetensi dasar yaitu : Kompetensi pedagogik, Kepribadian, Sosial dan Profesional. Upaya Peningkatan kompetensi guru dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan internal dengan memanfaatkan guru yang lebih berpengalaman sebagai pelatih. Pendekatan eksternal dengan mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan. Upaya-upaya tersebut telah dilakukan oleh pemerintah guna peningkatan mutu pendidikan , namun hasilnya belum memenuhi target yang diharapkan.

Kini guru ditantang tampil dengan kemampuan yang terbina dari dalam dirinya, guru harus mampu membuktikan kemampuan profesionalnya untuk menerima amanah sebagai pendidik yang tangguh. Guru ditantang untuk berpikir logis, kritis, kreatif dan refleksif dalam meningkatkan mutu pembelajarannya dan melaksanakan hasil pemikirannya dalam pembelajaran di kelas. Bertolak dari pandangan tersebut ditawarkan suatu sistem pembinaan guru melalui ’lesson study’ dalam rangka peningkatan keprofesionalan guru.

Lesson study sebagai salah satu kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran berasal dari bahasa Jepang ”jugyokenkyu” yang oleh Fernandez dan Yoshida (Paidi, 2005) diartikan sebagai ”studi untuk analisis atas suatu praktek pembelajaran yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis riset untuk menemukan inovasi pembelajaran tertentu.

Lesson study merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Lesson study bukan suatu metode pembelajaran atau suatu strategi pembelajaran tetapi dalam kegiatan lesson study dapat memilih dan menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi dan permasalahan yang dihadapi pendidik.

Lebih lanjut Paidi menyatakan bahwa ada tiga tahapan utama dalam Lesson Study yaitu :

1. Tahap Perencanaan (Planning / Plan)

Pada tahapan ini secara kolaboratif (guru dengan guru atau guru dengan dosen atau guru dengan pakar) menyusun suatu perencanaan pembelajaran yang inovatif sehingga dihasilkan suatu perencanaan pembelajaran (lesson plan) yang terbaik dan membantu siswa belajar dengan baik dan disusun berdasarkan pengalaman, hasil pengamatan, buku-buku atau sumber ide lainnya.

Pada tahap ini didiskusikan tentang pemilihan metode dan media yang sesuai dengan materi pembelajaran, karakteristik siswa serta jenis evaluasi yang akan digunakan. Hal lain yang perlu didiskusikan pada tahap ini adalah menyusun lembar observasi, terutama penentuan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam suatu proses pembelajaran dan indikator-indikatornya, terutama dilihat dari segi tingkah laku siswa.

Dari hasil identitas masalah dan diskusi perencanaan, selanjutnya disusun dan dikemas dalam suatu perangkat pembelajaran (dibuat oleh guru model atau berkolaborasi dengan guru lain) yang terdiri dari :

a. Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP)

b. Lembar Kerja Siswa (LKS)

c. Media atau Alat Peraga

d. Instrumen Penilaian Proses dan hasil belajar

e. Lembar Observasi Pembelajaran

Hasil penyusunan perangkat pembelajaran tersebut perlu dikonsultasikan dengan dosen atau guru yang dipandang pakar dalam kelompoknya untuk disempurnakan.

2. Tahap Implementasi dan Observasi (Do)

Pada tahap ini seorang guru yang telah ditunjuk (disepakati) oleh kelompok sebagai guru model melakukan implementasi RPP yang telah disusun tersebut dikelas. Pakar dan guru lain melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan dan perangkat lain yang diperlukan. Para observer ini mencatat hal-hal yang positif dutan negatif dalam proses pembelajaran, terutama dilihat dari segi tingkah laku siswa. Selain itu (jika memungkinkan) dilakukan rekaman video (audio visual) yang mengclose-up kejadian-kejadian khusus (pada guru atau siswa) selama pelaksanaan pembelajaran. Hasil rekaman ini berguna nantinya sebagai bukti autentik kejadian-kejadian yang perlu didiskusikan dalam tahap refleksi.

3. Tahap Refleksi (See)

Selesai praktek pembelajaran (do) segera dilakukan refleksi. Pada tahap ini guru model dan para observer serta pakar mengadakan diskusi tentang pembelajaran yang baru saja dilakukan. Diskusi ini dipimpin oleh koordinator kelompok atau guru yang ditunjuk kelmpok. Pertama guru model diberi kesempatan untuk menyatakan kesan-kesannya selama melaksanakan pembelajaran, baik terhadap dirinya maupun terhadap siswa yang dihadapinya. Selanjutnya observer menyampaikan hasil analisis data observasinya terutama yang menyangkut kegiatan siswa selama berlangsung pembelajaran yang disertai dengan pemutaran video hasil rekaman pembelajaran.

Selajutnya guru model akan memberikan tanggapan balik atas komentar observer. Hal ini penting guna mempertimbangkan untuk penyusunan rencana pembelajaran selanjutnya. Apakah rencana pembelajaran tersebut telah sesuai dan dapat meningkatkan performance keaktifan belajar siswa. Jika belum ada kesesuaian, hal-hal apa saja yang belum sesuai (metode pembelajarannya, materi dalam LKS, media atau alat peraga atau lainnya). Pertimbangan-pertimbangan ini digunakan untuk memperbaiki rencana pembelajaran selanjutnya.

Secara singkat pelaksanaan lesson study dilakukan oleh IMSTEP –JICA di Indonesia, Saito, dkk (2005) digambarkan dalam bagan berikut ini:

Perencanaan (Plan)   ———    Pelaksanaan (Do)   ————–   Refleksi (See)

Lesson study mempunyai pengertian belajar pada suatu pebelajaran. Seorang guru bisa belajar tentang bagaimana melakukan pembelajaran yang ada (live/real atau rekaman video). Guru bisa mengadopsi metode, teknik ataupun strategi pembelajaran, penggunaan media dan sebagainya yang diangkat oleh guru model untuk ditiru atau dikembangkan di kelasnya masing-masing. Guru pengamat pelu melakukan analisis untuk menemukan positif negatif nya kelas pembeljaran tersebut dari menit ke menit. Hasil analisis ini sangat diperlukan sebagai bahan masukan bagi guru penampil untuk perbaikan atau lewat profil pembelajaran tersebut. Guru atau pengamat bisa belajar atas inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru lain.

Lesson study dapat dipandang sebagai model pembinaan guru dalam meningkatkan profesionalitasnya. Keberhasilan lesson study dapat dilihat pada dua aspek pokok yaitu :

1. Perbaikan pada praktek pembelajaran oleh guru

2. Meningkatkan kolaborasi antar guru

Wang-Iversou dan Yoshida (2005) mengatakan bahwa lesson study memiliki beberapa manfaat antara lain:

1. Mengurangi keterasingan guru (dari komunitasnya)

2. Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya

3. Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran cakupan dan urutan materi dalam kurikulum.

4. Membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas belajar siswa.

5. Menciptakan terjadinya perukaran pengetahuan tentang pemahaman berfikir dan belajar siswa.

6. Meningkatkan kolaborasi pada sesama guru.

Referensi :

1. Saito, E, Imansyah , H dan Ibrohim, 2005. Penerapan Studi Pembelajaran di Indonesia. Studi Kasus dan IMSTEP Kumpulan makalah pelatihan Lesson Study bagi guru berprestasi dan pengurus MGMP MIPA SMP seluruh Indonesia di P4TK Kesenian Jogyakarta tahun 2006 hal 8-9

*) Penulis adalah Guru SMP N 2 Pelang, Kec. Matan Hilir Selatan Kab. Ketapang.

About these ads

5 Desember, 2008 - Posted by | Artikel | , , , ,

3 Komentar »

  1. lesson study cocok untuk semua mata pelajaran.

    Komentar oleh suprapta | 29 Maret, 2009

  2. Lesson study merupakan salah satu pendekatan guru memperbaiki pembelajarannya dengan cara berkolaborasi sesama kolega.

    Komentar oleh jeperis | 29 Maret, 2009

  3. lesson study bagus untuk meningkatkan kompetensi guru,tetapi tetap yang paling utama adalah kesadaran terhadap tugas. dan harus berpandangan bahwa bekerja adalah ibadah.Saya salut dengan tulisan bapak.

    Komentar oleh ahmad fadloli | 3 Juni, 2009


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: