SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBUAT SOAL MELALUI WORKSHOP DI ….

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan  kemampuan guru ……., dalam membuat Soal   melalui workshop. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan …… orang guru mata pelajaran, yang  dijadikan sampel  penyusunan soal, berdasarkan kriteria penyusunan soal standar. Dari hasil  survei   sebelumnya mereka belum pernah menyusun  soal  berdasarkan kriteria / langkah-langkah penyusunan tes standar.  Mereka menyusun soal dengan  mengadopsi soal tes dari bank soal yang dimiliki dan disesuaikan dengan indikator materi yang diajarkan di kelas.

        Penelitian dilakukan dengan 2 siklus.  Soal yang sudah selesai dianalisis dan dinilai berdasarkan  3 parameter yang telah ditetapkan, antara lain :  1), aspek kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran, 2) aspek perilaku tingkat kesukaran Taxonomi Bloom ( C1 – C6), dan ke. 3), penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada tes obyektif.    Sementara itu, untuk mengetahui aktivitas guru di dalam bekerja, peneliti melengkapi alat ukur dengan  panduan observasi. Aspek yang diobservasi dalam kegiatan ini,  terdiri dari 5 aspek kegiatan guru yaitu : a),  aspek bahan, b), aspek keaktifan , c), aspek presentasi internal, d), aspek presentasi eksternal dan e), aspek panel pakar.

Berdasarkan kreteria tersebut di atas, dari siklus I dan siklus II rata-rata skor menunjukkan peningkatan, dari rata-rata skor 70.50 ke skor 77.50. itu berarti upaya guru …….. dalam membuat soal sudah signifikan dan  mereka sudah sangat berupaya untuk bisa membuat tes yang layak.  Dalam siklus I ada  1 orang guru belum tuntas, maka dilanjutkan ke siklus II untuk menuntaskan sekaligus memberikan pengayaan bagi yang sudah tuntas.

Dari hasil analisis pada siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan kualitas dengan hasil rata-rata kemampuan guru ……… dalam membuat soal  semester ganjil  dari rata-rata skor  69.10 menjadi skor 77.50 dengan peningkatan sebesar  10.7 %

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui  workshop dalam penyusunan soal Guru-guru …..  , telah berhasil membuat tes standar ( layak ) berdasarkan kreteria yang ditetapkan. Mudah-mudahan guru di ……. dalam melaksanakan Ulangan Akhir Semester, serta lainnya tidak lagi mengadosi soal yang ada ( bank soal).

Kata kunci : Pembuatan Soal  : Melalui Workshop

*)JIka menginginkan laporan lengkapnya beserta lampirannya silahkan kirim permintaan ke email : jep_lpmkpkalbar@yahoo.co.id disertai nama, jabatan/tugas, tempat tugas.

26 April, 2012 Posted by | Penelitian Tindakan Sekolah | , , | 3 Komentar

CONTOH PTS TENTANG RPP

(Jika menginginkan laporan lengkapnya silahkan kirim biodata, dan email ke email : jep_lpmpkalbar@yahoo.co.id, info yang tidak ke email mohon maaf tidak ditanggapi)

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM  MENYUSUN  RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN        MELALUI  BIMBINGAN  BERKELANJUTAN    DI SEKOLAH BINAAN (SWASTA)   KABUPATEN  …….                                 TAHUN 2010

Oleh

IWAN (Pengawas SMP)

(PTS ini bisa dimodifikasi menjadi PTS Kepala Sekolah)

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan investasi dalam  pengembangan sumber daya manusia dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin maju. Komponen-komponen sistem pendidikan yang mencakup sumber daya manusia dapat digolongkan menjadi dua yaitu:  tenaga kependidikan guru dan nonguru . Menurut Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan, ”komponen-komponen sistem pendidikan yang bersifat sumber daya manusia dapat digolongkan menjadi tenaga pendidik dan pengelola satuan pendidikan ( penilik, pengawas, peneliti dan pengembang pendidikan ).” Tenaga gurulah yang mendapatkan perhatian lebih banyak di antara komponen-komponen sistem pendidikan. Besarnya perhatian terhadap guru antara lain dapat dilihat dari banyaknya kebijakan khusus seperti kenaikan tunjangan fungsional guru dan sertifikasi guru.

Usaha-usaha  untuk mempersiapkan guru menjadi profesional telah banyak dilakukan. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua guru memiliki kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya. “Hal itu ditunjukkan dengan kenyataan (1) guru sering mengeluh kurikulum yang berubah-ubah, (2) guru sering mengeluhkan kurikulum yang syarat dengan beban, (3) seringnya siswa mengeluh dengan cara mengajar guru yang kurang menarik, (4) masih belum dapat dijaminnya kualitas pendidikan sebagai mana mestinya” (Imron, 2000:5).

(Jika menginginkan laporan lengkapnya silahkan kirim biodata, dan email ke email : jep_lpmpkalbar@yahoo.co.id, info yang tidak ke email mohon maaf tidak ditanggapi)

7 Oktober, 2010 Posted by | Penelitian Tindakan Sekolah, Pengawas Sekolah | , | 183 Komentar

KONSEP PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

A. Pengantar

Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dan pengelolaan sekolah, kepala sekolah dapat melakukan PTS sekaligus sebagai sarana pengembangan profesinya (Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru), PTS merupakan penelitian yang berawal dari permasalahan sekolah, diselesaikan melalui tindakan spesifik dari gagasan peneliti untuk menyelesaikan permasalahan sekolah. Dengan demikian, yang pertama harus ada dalam penelitian PTS bukanlah diawali dengan membuat judul tetapi diawali dengan menemukan adanya masalah dan tantangan-tantangan untuk melakukan pembaruan atau inovasi.

Masalah-masalah yang akan dirumuskan adalah masalah-masalah aktual yang penting dan mendesak. Jika masalah-masalah itu tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap sekolah. Oleh karena itu, diperlukan tindakan spesifik yang diyakini benar-benar dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Selain berangkat dari permasalahan, PTS juga dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu pembaruan ataupun inovasi dalam berbagai aspek sekolah. Misalnya manajemen perubahan, inovasi pembelajaran, pengembangan kultur baru di sekolah, dan inovasi kepemimpinan pembelajaran.

Saat ini, penelitian paling banyak dilakukan oleh guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah adalah PTS. Penelitian tindakan yang dilakukan guru disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTS bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di sekolah. Sedangkan PTK bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran di kelas.

Baca lebih lanjut

4 Oktober, 2010 Posted by | Karya Tulis Ilmiah, Mutu Pendidikan, Penelitian Tindakan Sekolah | , | 44 Komentar

CONTOH LAPORAN PTS KEPSEK

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS PADA SD NEGERI 68 SANGGAU

OLEH

YOHANES, S.Pd

NIP. 196001011999111019

CABANG DINAS DIKPORA KAPUAS, SANGGAU

KALIMANTAN BARAT

2010

(Jika menginginkan laporan lengkapnya kirimkan biodata:nama/kepsek atau pengawas dan email ke alamat  : jep_lpmpkalbar@yahoo.co.id)

Info yang tak jelas tidak ditanggapi, mohon maaf.

30 September, 2010 Posted by | Karya Tulis Ilmiah, Mutu Pendidikan, Penelitian Tindakan Sekolah | , | 255 Komentar

CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

(Jika menginginkan laporan lengkapnya, silahkan kirim biodata, ke email : jep_lpmpkalbar@yahoo.co.id. Mohon maaf info yang tidak jelas dan tidak ke email tidak ditanggapi)

UPAYA PENINGKATAN MUTU PROGRAM KERJA KEPALA SD NEGERI 5 SINGKAWANG BARAT MELALUI SUPERVISI ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH.

Oleh : Hanafi

DAFTAR ISI

Halaman Judul

Lembar Pengesahan

Daftar Isi

Kata Pengantar

Daftar Lampiran

Ringkasan

BAB I Pendahuluan

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Manfaat Hasil Penelitian

BAB II Kajian Pustaka

  1. Mutu
  2. Program Krja
  3. Kepala SEkolah
  4. Supervisi Administrasi Kepala SEkolah

BAB III Pelaksanaan Kegiatan Penelitian

  1. Setting Penelitian (Faktor yang diteliti)
  2. Pelaksanaan Kegiatan (Pelaksanaan Penelitian)
  3. Kegiatan Pra Siklus
  4. Kegiatan Persiapan Penelitian
  5. Kegiatn Siklus I
  6. Kegiatan Siklus II

BAB IV Pembahasan

  1. Kegiatn Pra siklus
  2. Kegiatan Siklus I
  3. Kegiatan Siklus II

BAB V Simpulan Dan Saran

  1. Simpulan
  2. Saran

Daftar Isi

Abstrak:

Permasalahan sekitar rendahnya mutu penyelenggaraan pendidikan di SDN Kota Singkawang selama ini pada dasarnya bermuara pada lemahnya pengelolaan, pengorganisasian dan pengembangan institusi. Upaya peningkatan mutu penndidikan  persekolahan harus lebi dititikberatkan kepada peningkatan mutu sumber daya manusia. Dalam konteks ini, Program peningkatan mutu kinerja kepala sekolah sangat relevan dan sangat strategis, mengingat fungsi dan perannya sebagai pemimpin dan pengelola satuan lembaga pendidikan di tingkat operasional.

Sebagai pemimpin dan pengelola satuan lembaga pendidikan, kinerja kepala sekolah akan memberikan dampak yang positif atau negative terhadap aspek-aspek sistemik yang terkait dengan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Asumsinya adalah bahwa mutu kinerja  kepala sekolah akan berpengaruh terhadap mutu kinerja guru dan warga sekolah lainnya. Salah satu aspek penting dari mutu kinerja kepala sekolah adalah pengelolaan manjamen sekolah. Sebagai seorang manajerial, kepala sekolah dihadapkan kepada banyak tugas yang menuntut tanggung jawab yang sungguh-sungguh dalam pelaksanaannya.

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di SD N 5 Singkawang Barat dan masalah yang diteliti adalah Mutu Program Kerja Kepala Sekolah pada bidang manajerial khususnya pada penyusunan program kerja tahunan kepaa sekolah melalui Supervisi Administrasi Kepala sekolah yang ditindaklanjuti dengan pembimbingan dan pembinaan secara langsung dan berkesinambungan.

Dalam Pelaksanaan PTS ini prosedurnya adalah mensupervisi dan menganalisa administrasi kepala sekolah, memberikan bimbingan teknis tentang analisis SWOT dan cara-cara penyusunan program kerja tahunan dan membimbing langsung pembuatan anaaisis SWOT dan penyusunan program kerja tahunan kepala sekolah.

Kata kunci : peningkatan mutu, administrasi, supervise, program kerja.

Jika menginginkan laporan lengkapnya kirimkan pesan lewat email :jep_lpmpkalbar@yahoo.co.id

11 September, 2010 Posted by | Penelitian Tindakan Sekolah | , | 450 Komentar

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH BAGI PENGAWAS SEKOLAH

A. Pengantar

Ada enam dimensi kompetensi pengawas satuan pendidikan yang telah disyahkan oleh BSNP dengan Peraturan Menteri No. 12 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pengawas. Ke enam dimensi kompetensi tersebut adalah kompetensi kepribadian, kompetensi social, kompetensi supervise manajerial, kompetensi supervise akademik, kompetensi evaluasi pendidikan dan kompetensi penelitian pengembangan.

Pada bulan November tahun 2006 bersamaan dengan uji publik standar kualifikasi dan kompetensi pengawas satuan pendidikan yang dilaksanakan BSNP di 33 propinsi, Direktorat Tenaga kependidikan melaksanakan uji coba tes kompetensi pengawas pendidikan menengah dengan mengunakan instrumen uji kompetensi yang telah disusun berdasarkan enam dimensi kompetensi di atas. Hasil uji coba tes kompetensi pengawas satuan pendidikan menunjukkan bahwa secara nasional nilai rata-rata penguasaan kompetensi pengawas satuan pendidikan adalah 39,55 dari maksimum skor 70 atau baru mencapai 56,50 %. Penguasaan kompetensi tersebut dinilai masih rendah sebab belum mencapai 69 %. Khusus untuk pengawas pendidikan menengah nilai rata-ratanya mencapai 39,74 artinya sedikit berada di atas rata-rata nasional (39,74 > 39,55).

Dari enam dimensi kompetensi pengawas satuan pendidikan, ada tiga dimensi kompetensi yang nilainya di bawah nilai rata-rata keseluruhan kompetensi. Ketiga kompetensi tersebut adalah kompetensi supervisi manajerial (37,18), kompetensi supervisi akademik (36,30) dan kompetensi penelitian dan pengembangan (38,15). Baca lebih lanjut

23 Maret, 2009 Posted by | Penelitian Tindakan Sekolah | | 111 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.