SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

KONTEKSTUAL DAN ACTIVE LEARNING PEMBELAJARAN IPS AKAN SUKSES

Oleh : Endang, S.Pd SD

Kegiatan belajar mengajar merupakan keaktifan siswa dalam membangun makna atau pemahaman pada diri sendiri untuk menimbulkan gagasan baru.Dalam proses belajar mengajar akan terjadi interaksi antara peserta didik dan pendidik.Peserta didik adalah seseorang atau kelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkan.

Sedangkan pendidik adalah seseorang atau kelompok orang yang berprofesi sebagai pengolah kegiatan belajar mengajar dan seperangkat peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.

Tujuan pembelajaran adalah perubahan tingkah laku / prilaku yang positif dari pserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku ( over behavior) yang dapat diamati melalui alat indera oleh orang lain baik tutur katanya, motorik, maupun gaya hidupnya.Tujuan pembelajaran yang diinginkan tentu saja pembelajaran yang optimal dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya dan peran aktif siswa untuk membangun makna atau pemahaman diri sendiri agar timbul gagasan baru. Baca lebih lanjut

30 November, 2008 Posted by | Artikel | , | Tinggalkan komentar

SUKSES

“SUKSES BUKANLAH DIUKUR DARI KEDUDUKAN YANG TELAH ANDA CAPAI DALAM HIDUP; TETAPI DARI KESULITAN-KESULITAN YANG BERHASIL ANDA ATASI”

29 November, 2008 Posted by | Sukses | | Tinggalkan komentar

TIPS MENGAJAR FISIKA ASYIK

Tahukah Anda Apa yang menyebabkan siswa anda kurang meminati Pelajaran Fisika?  Siswa kurang, atau bahkan, mempunyai motivasi untuk menggali fenomena-fenomena alam yang sebenarnya terjadi berdasarkan hukum-hukum fisika.  Siswa akhirnya merasa stess ketika belajar fisika.  Berikut ini kiat-kiat agar pelajaran fisika terasar asyik.

1. KESAN PERTAMA YANG KURANG MENYENANGKAN

Guru pada saat mengawali pertemuan pertama kali dengan para peserta didik tidak memperkenalkan diri dengan benar. Biasanya guru hanya memperkenalkan nama, mata pelajaran yang diajarkan, buku yang digunakan dan tugas tugas yang yang harus dikerjakan para peserta didik dimasa yang akan datang. Kemudian kita tuntut mereka agar melakukan ini dan itu. Hal ini tentu akan menciptakan image dikalangan para peserta didik bahwa setiap guru yang masuk dikelas selalu menciptakan beban bagi mereka, merampas kebebasan mereka, serta menembah kerumitan yang baru. Sehingga menimbulkan sikap yang kurang antusias, dan keterpaksaan dalam diri para peserta didik.

2. GURU KURANG PANDAI MEMBANGUN KOMUNIKASI

Kebiasaan guru mata pelajaran eksak biasanya kuang pandai menyapa anak saat memasuki ruang kelas untuk mengawali suatu kegiatan pembelajaran. Kadang guru hanya mengucapkan salam kemudian mengabsen siswanya lalu memulai kegiatan pembelajaran disaat para siswa belum sepenuhnya siap untuk menerima kehadiran guru. Kondisi seperti ini akan menimbulkan kesan terpaksa, pada para peserta didik untuk mengikuti pelajaran sehingga mereka masih mencuri-curi kesempatan untuk kembali berrmain atau ngobrol dengan teman sebangkunya. Kalau hal ini terjadi kemudian guru terpaksa berakting galak atau memasang muka seram agar mereka terpaksa diam. Ini jelas akan menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan di dalam belajar.

3. SKENARIO PEMBELAJARAN YANG KURANG MENARIK
Guru fisika atau guru pelajaran eksak lainnya, pada umumnya kurang pandai bercerita atau tidak pandai humor. Kita terbiasa berfikir praktis sehingga didalam mengajarpun maunya yang praktis sehingga alur pelajaran terkesan mononton. Bahkan apapun model pembelajaran yang kita gunakan, muaranya tetap pada alur yang mononton yaitu konsep- contoh soal-latihan. Tidak pernah kita ciptakan model pembelajaran yang penuh dengan permainan dan suasana santai. Begitu juga peserta didik, belum kita libatkan sepenuhnya untuk mengkaji masalah yang sedang dipelajari. Sehingga para peserta didik mudah jenuh dan tidak termotivasi didalam belajar.

4. KURANGNYA GURU MENDENGAR KELUHAN SISWA
Akibat dari tuntutan kurikulum yang padat, kadang guru cenderung memaksakan diri untuk mengejar target kurikulum. Menjelaskan materi pelajaran terkesan terburu-buru, tidak santai, dan tegang. Kita sering berprinsip bahwa dengan menyampaikan semua pokok bahasan berarti beban kita sudah selesai. Bukan salah kita lagi jika kemudian peserta didik kita mendapat hasil yang sangat kurang saat mengikuti ujian.
Tetapi peserta didik kita sebenarnya mengeluh saat kita perlakukan demikian, hanya saja kita tidak tanggap, kita justru sering mencari kambing hitam untuk menutupi kekurangan kita. Kita tidak mau jujur mengevaluasi kekurangan kita, sehingga peserta didik menjadi frustasi. Tidak antusias lagi didalam belajar, bahkan semakin tidak percaya lagi pada guru.

5. PENEGASAN KONSEP-KONSEP ESENSIAL YANG KURANG BERKESAN
Hal lain yang sering dilupakan guru saat mengakhiri kegiatan pembelajaran adalah kurangnya penegasan pada konsep konsep yang sangat esensial dari pokok bahasan yang sedang dikaji. Sehingga para peserta didik tidak mendapatkan pengalaman yang berkesan dari pokok bahasan yang sedang dikaji. Semua terkesan biasa biasa saja, siswa tidak tahu kata kunci yang mesti diingat sehingga mudah lupa. (http://physyceducationcentre.blogspot.com)

28 November, 2008 Posted by | Fisika | | Tinggalkan komentar

SELAMAT ULANG TAHUN GURU!

“Hari ini Arnold tidak sekolah, ayah” kata anak saya ketika kubangunkan pagi selasa, 25 November 2008. Lho kenapa libur, kalender pendidikan tidak ada libur! sahutku mendesak dia bangun. Kata bu guru hari ini bu guru ulang tahun. Oh ya? ….Itulah sepenggal percakapan saya dengan anak saya yang baru sekolah di TK nol kecil.

Saya baru teringat maksud anak saya bahwa tanggal 25 Nopember 2008 adalah Hari Guru Nasional dan hari Ulangtahun PGRI yang diperingati setiap tahun di Indonesia. Demikian juga di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) provinsi Kalimantan Barat juga mengadakan Upacara Hari Guru di depan gedung Tata Laksana. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Hari Guru kali ini di LPMP Provinsi Kalimantan Barat diikuti peserta Pejabat Struktural di Lingkungan LPMP Prov. Kalbar, Widyaiswara, Dosen Untan yang menjadi Instruktur Diklat Sertifikasi Guru, Seluruh Staf LPMP prov. Kalbar, Peserta Diklat Prajabatan Golongan III, Peserta Diklat Sertifikasi Guru.

Ketua PGRI dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bp. DR. Tadjudin Nur menghimbau seluruh guru bersatu memperjuangkan hak-hak guru. Di samping itu juga guru harus bersatu, berjuang menuju guru yang profesional, bermartabat menuju pendidikan yang bermutu.

Dalam hari yang sama juga diadakan Apel Hari Guru di Pontianak yang dipusatkan di GOR Pangsuma Pontianak, Selesai apel guru seperti dikomando berdemo ke berbagai Instansi seperti ke Kejaksaan menuntut agar Kepala Dinas Pendidika Kota Pontianak yang ditahan  menjadi Tahanan Luar. Sebagian ke Kantor Gubernur dan sebagian lagi ke Gedung DPRD.

Penulis merasa demo di hari ulang tahun ini tidak tepat waktunya. Penulis setuju saja guru berdemo tapi tidak pada hari Ulangtahun ini. Yang namanya ulangtahun seharusnya bergembira, merenung bila perlu potong nasi tumpeng atau tiup lilin sembari menyanyikan : Selamat Ulangtahun Bapak Bu Guru..Selamat sejahtera Moga panjang umur…..

Memang masih banyak hal yang perlu diperjuangkan demi kesejahteraan guru. Kita berharap guru di Indonesia dapat hidup layak. Pemerintah selalu berusaha diantaranya dengan sertifikasi guru, gaji lebih baik. Disamping itu kita berharap guru-guru kita semakin profesional. Semoga.

Selamat Ulangtahun guru! Jasamu bagi bangsa dan negara sangat besar. Tugasmu sungguh mulia untuk mencerdaskan bangsa.

26 November, 2008 Posted by | Hari guru, Kegiatan WI | Tinggalkan komentar

Unas dalam Dilema

Peserta Diklat KTI guru berprestasi

Peserta Diklat KTI guru berprestasi

Hasil karya : Musa Alamsyah

(Mohon pembaca memberikan masukan atas hasil karya ilmiah populer Diklat KTI guru berprestasi ini)

Setiap akhir tahun pelajaran kita selalu dibebani dengan sebuah permasalahan yang tak pernah selesai/ tuntas. Ketidaktuntasan itu disebabkan oleh kompleksitas problematika pendidikan. Mulai dari kesiapan siswa dalam belajar, daya inovatif guru yang kurang profesional, media pembelajaran yang seadanya, lingkungan belajar yang kurang kondusif dan tidak memadai, dukungan orang tua yang sangat minim, serta responsibiliti masyarakat yang tak sempurna.

          Ujian Nasional (Unas) adalah pertempuran hidup – mati nasib anak bangsa. Bukan hanya siswa namun kita semua. Implikasi negatif menyelimuti dunia pendidikan. Buruknya perolehan angka dalam Unas akan menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat. Pertama kurikulum yang dipakai, setelah itu guru yang memberikan materi/pembekalan ilmu, selanjutnya proses pembelajaran yang belum terukur dan sarana prasarana yang dipakai dalam proses pembelajaran yang belum lengkap.

          Masyarakat tidak perduli dengan alasan dan kenyataan yang kita lakukan. Mereka menginginkan hasil maksimal yang  diperoleh siswa. Tidak ada alasan krusial untuk sebuah kesuksesan proses pembelajaran. Mereka hanya mengetahui bahwa segalanya harus baik dan sempurna.

          Kebijakan mentri pendidikan dalam menentukan nilai minimal kelulusan yang didukung oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) disinyalir kurang menguntungkan peserta didik. BSNP mematok angka mulai dari 4,25 hingga kenaikan menjadi 5,25 dianggap membebani keberhasilan akademik peserta didik. Jumlah mata pelajaran dari tiga mata pelajaran menjadi enam mata pelajaran yang di-Unas-kan dinyatakan sebagai pembunuh kesempatan untuk kelulusan. Baca lebih lanjut

19 November, 2008 Posted by | Artikel | 1 Komentar

Investasi Manusia

Oleh : Samiri, S.Pd*)

(Mohon pembaca memberi masukan atas hasil kerja Diklat KTI guru berprestasi ini)

 

Betapa beratnya tugas kita sebagai guru atau dosen. Apalagi untuk meningkatkan IPM daerah ini. Sementara tingkat kesejahteraan guru atau dosen masih rendah. Jelas tak seimbang antara tugas yang diemban dengan imbalan yang diterima.

 

Masa depan Kalbar sangat ditentukan oleh ”bagaimana daerah ini melakukan investasi manusia”. Posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita saat sekarang ranking 27 nasional dan terendah di Kalimantan. Mengapa ? Karena rata-rata angka lama sekolah masyarakat kita hanya 6,3 tahun atau di bawah 7,1 tahun. Angka buta huruf sekitar 86,9 persen atau di bawah 89,5 persen; angka usia harapan hidup 64,4 tahun atau di bawah 66,2 tahun; dan pengeluaran riil Rp. 580,4 ribu atau di bawah 591,2 ribu.(BPS Kalbar :2006)

 

Bagaimana mengatasi masalah tersebut? Apa pun program yang direncanakan, dan bagaimana pun program yang akan dilakukan, akan tidak akan mendorong peningkatan IPM kita jika tidak menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas dan tujuan utama pembangunan. Itulah sebabnya pentingnya melakukan ”investasi manusia”. Baca lebih lanjut

18 November, 2008 Posted by | Artikel | Tinggalkan komentar

GURU PNS ADALAH PNS PLUS

(Mohon pembaca memberikan masukan atas hasil kerja peserta Diklat KTI guru berprestasi ini)

Oleh : Dra. ANNA YUNIARTI *)

Status Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di daerah kita masih merupakan status sosial yang sangat membanggakan. Status sosial yang membanggakan ini merupakan pilihan pekerjaan yang istimewa, bahkan sebagai primadona. Sebagai sebuah pekerjaan yang primadona maka setiap waktu kehadirannya sangat ditunggu-tunggu. Masa penerimaan PNS dielu-elukan layaknya seorang aktor dan aktris terkenal yang sedang show dan jumpa fans. Para penggemar yang mengidolakannya membludak berdatangan dari segala penjuru. Hal ini terbukti dengan  jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti PNS bertambah setiap tahun. Semua bidang kerja yang ditawarkan pemerintah diminati pelamar.Salah satu bidang kerja PNS yang sangat diminati yaitu guru.

Guru digugu dan ditiru, Iwan Falls bercerita guru dalam lagu Omar Bakri, Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa termasuk lagu nasional. Hal-hal ini dapat memberikan gambaran konsekuensi memilih pekerjaan sebagai guru. Sangat membanggakan minat masyarakat kita untuk menjadi guru tidak  pernah surut, termasuk menjadi guru yang berstatus sebagai PNS. Berbagai disiplin ilmu sangat antusias ikut serta memperebutkan status sebagai guru PNS. Hal ini wajar terjadi karena disebabkan beberapa  faktor, antara lain kesejahteraan guru yang mulai diperhatikan pemerintah dengan program sertifikasi guru, sekolah yang setiap tahun bertambah tentu saja guru juga ditambah.

Guru merupakan salah satu tumpuan dan ujung tombak yang menentukan keberhasilan pendidikan. Untuk itu keberhasilan pendidikan akan tercapai jika seseorang yang menjadi guru memiliki beberapa standar   minimal yang ditetapkan pemerintah. Standar kompetensi guru diatur pada PP No.15 Tahun 2005  pasal 28 ayat 3 dan Permendiknas No.16 Tahun 2007. Standar kompetensi guru tersebut yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Berbagai standar dibebankan kepada semua guru baik guru yang berstatus PNS maupun nonPNS.

Baca lebih lanjut

15 November, 2008 Posted by | Artikel | | Tinggalkan komentar

WORKSHOP SBI

Kembali LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan ) mengadakan workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) tanggal 10 s.d. 12 Nopember 2008. Kali ini yang diundang sebagai peserta khusus mewakili Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Pontianak. Ada sebanyak 12 orang peserta yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Pengawas, Kepala Sekolah, Guru dan Tata Usaha dari jenjang SD, SMP dan SMA.

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah Kurikulum Internasional (Pak Fernando), Layanan Belajar Yang Berkualitas (Pak Jeperis), Bahasa Inggris (Pak Suhendri), Sekolah Efektif (Pak Kasim), Gender dalam Pendidikan (Pak Amrozi) dan Prosedur SBI (Pak Mujahir)

12 November, 2008 Posted by | Kegiatan WI | Tinggalkan komentar

HATI-HATI PENIPU DI HANDPHONE

hati-hati penelpon tak dikenal

hati-hati penelpon tak dikenal

PERINGATAN YANG SANGAT PENTING
Jika anda menerima panggilan telepon dari seseorang dengan no.telp yang tidak dikenal atau terdaftar, berkata bahwa dia (pria/wanita) berasal dari divisi engineering/ teknisi perusahaan salah satu vendor/operator cellphone yang ingin memeriksa sambungan telepon atau sinyal atau dengan alasan apapun, dan selanjutnya dia berkata bahwa kita harus menekan tombol # 90 atau #09 atau nomor apapun (bisa juga dengan kode huruf), secepatnya matikan/putuskan sambungan telepon tersebut tanpa menekan tombol yang mereka minta. karena saat ini ada penipu-penipu yang menggunakan peralatan dimana jika anda menekan tombol #90 atau #09 maka penipu-penipu tersebut dapat mengakses SIM card handphone kita dan mereka dapat menggunakan line anda dengan dan atas biaya anda.
Mohon beritahu kepada seluruh teman anda untuk mencegah tindak kriminal ini. dan juga ada beberapa issue lainnya.
Jika anda menerima telepon di telepon genggam/cellphone dan layar cellphone anda menampilkan display seperti ini : (XALAN).
JANGAN MENERIMA SAMBUNGAN TELEPON TERSEBUT, HARAP LANGSUNG MATIKAN TELEPON ANDA DENGAN MENEKAN TOMBOL POWER (ON/OFF) CELLPHONE ANDA..
Karena jika anda menerima sambungan telepon tersebut maka cellphone anda akan terkena virus. virus ini akan menghapus seluruh IMEI dan Informasi IMSI dari cellphone dan SIM card anda, dimana selanjutnya anda akan terputus hubungan sama sekali dari vendor/operator manapun. (dimana anda harus mengganti cellphone dan SIM card anda dengan yang baru). Informasi ini telah dikonfirmasi dengan Motorola and Nokia.. saat ini terdapat lebih dari 3 juta telepon genggam/cellphone yang terkena Virus ini. anda pun dapat membaca berita ataupun informasi mengenai hal ini di situs web CNN.
MOHON PESAN INI DAPAT DILANJUTKAN KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA.
Kind Regards,
PT Siemens Indonesia
ACCOUNTING
Department
SiemensBusinessPark BuildingC Level
Jl. M.T. Haryono
Kav. 58-60

7 November, 2008 Posted by | Info Penting | Tinggalkan komentar

TOLONG, MAAF DAN TERIMA KASIH

Kiriman email Lintong Nababan ke Milis Pakkat.

Senyum

Senyum

Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur.

Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.

Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, “Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata “tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih” kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya.
Baca lebih lanjut

7 November, 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar