SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

KONTEKSTUAL DAN ACTIVE LEARNING PEMBELAJARAN IPS AKAN SUKSES

Oleh : Endang, S.Pd SD

Kegiatan belajar mengajar merupakan keaktifan siswa dalam membangun makna atau pemahaman pada diri sendiri untuk menimbulkan gagasan baru.Dalam proses belajar mengajar akan terjadi interaksi antara peserta didik dan pendidik.Peserta didik adalah seseorang atau kelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkan.

Sedangkan pendidik adalah seseorang atau kelompok orang yang berprofesi sebagai pengolah kegiatan belajar mengajar dan seperangkat peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.

Tujuan pembelajaran adalah perubahan tingkah laku / prilaku yang positif dari pserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku ( over behavior) yang dapat diamati melalui alat indera oleh orang lain baik tutur katanya, motorik, maupun gaya hidupnya.Tujuan pembelajaran yang diinginkan tentu saja pembelajaran yang optimal dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya dan peran aktif siswa untuk membangun makna atau pemahaman diri sendiri agar timbul gagasan baru.

Seperti apa yang diungkapkan oleh Konfius tentang apa yang saya dengar saya lupa, Apa yang saya lihat saya ingat, apa yang saya lakukan saya paham, sedangkan Mel Silberman (2001) memodifikasi pendapat Konfius yang dikenal dengan Active Learning nya dalam pengertian, apa yang saya dengar saya lupa, apa yang saya dengar dan lihat saya ingat sedikit, apa yang saya dengar, lihat , tanyakan atau diskusikan dengan beberapa teman lain saya mulai paham,apa yang saya dengar , lihat, diskusikan dan lakukan saya dapat pengetahuan dan ketrampilan, apa yang saya ajarkan kepada orang lain saya kuasai.Proses dalam pembelajaran hendaknya menciptakan suatu hasil yang dapat dilakukan siswa,untuk menghadapi tantangan yang ada dalam lingkungan kehidupannya, misalnya memecahkan masalah , menemukan dan menarik kesimpulan.

Diberdayakannya kemampuan anak dalam proses pembelajaran akan memberikan hasil kepada anak yang tidak tahu menjadi tahu, yang tidak paham menjadi paham,sehingga dalam proses penerapan sangat mendukung dan ada respon yang baik untuk membangun kreativitas pada aspek ketrampilan kognitif, afektif dan psikomotorik.

Kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru berarti pula penyediaan belajar bagi siswa/ anak . Terkait dengan hal tersebut guru perlu memahami modus atau pola pengalaman belajar siswa dan kemungkinan hasil belajar yang dicapai siswa. Tidak harus pandai bidang kognitifnya saja tetapi berimbang dengan ketrampilan yang diharapkan. Didalam proses pembelajaran penerapan memberdayakan semua potensi yang dimiliki anak merupakan suatu usaha agar mereka mampu meningkatkan pemahamannya terhadap fakta dan konsep sera prinsip dalam kajian ilmu yang dipelajarinya dapat terlihat dalam kemampuan nya untuk berfikir logis, kritis, dan kreatif. Prinsip dasar dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu berpusat pada siswa, mengembangkan kreativitas siswa, menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai, menyediakan pengalaman belajar yang beragam dan belajar melalui berbuat.

Pengertian pembelajaran kontektual adalah: suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya

Pendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.

Penerapan strategi Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran dengan Active learning (belajar aktif) pemberdayaan otak kiri dan kanan sangat dipentingkan..
Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan pemberian stimulus-stimulus kepada anak didik, agar terjadinya respons yang positif pada diri anak didik. Kesediaan dan kesiapan mereka dalam mengikuti proses demi proses dalam pembelajaran akan mampu menimbulkan respons yang baik terhadap stimulus yang mereka terima dalam proses pembelajaran. Thorndike ( Bimo Wagito,1999)mengemukakan 3 hukum belajar:

1. Low of redines : kesiapan seseorang untuk berbuat dapat memperlancar hubungan antara stimulus dan respon.

2. Low of exercise: adanya ulangan-ulangan yang dikerjakan maka hubungan antara Stimulus dan respon akan lancar.

3. Low of efef : hubungan antara Stimulus dan Respon akan menjadi lebih baik jika menimbulkan hal yang menyenangkan dan hal ini cenderung akan diulang

Dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada materi memelihara lingkungan , baik lingkungan alam dan buatan ,membahas tentang cara melestarikan lingkungan , tentu saja siswa sudah mempunyai pengalaman awal mengenal lingkungan yang ada disekitarnya, sebagai pendidik hendaknya berusaha menggali pengalaman awal atau intake yang dimiliki oleh siswa tentang lingkungan yang ada disekitarnya, mulai dari yang terdekat sampai yang terluas bagi pemahaman siswa, berikanlah mereka pertanyaan yang dapat membangun gagasan ,berikan tantangan dalam penyelesaian kasus yang mereka lihat secara realita,misalnya tentang kerusakan lingkungan yang menyebabkan kerugian baik material maupun spiritual yang pada saat sekarang dirasakan langsung oleh siswa, misalnya : banjir, tanah longsor,kerusakan terumbu karang,pembabatan hutan dan lain sebagainya.Berangkat dari pengalaman yang dirasakan secara langsung dan dalam kehidupan yang realita,mengakibatkan anak tertantang dan mempunyai gagasan untuk menerapkan menyayangi lingkungannya dan selalu berusaha untuk menghindari hal-hal yang sangat merugikan dalam kehidupan sekaligus menemukan bagaimana cara mengatasi kerusakan lingkungan yang terjadi berdasarkan dari pengalaman dan kenyataan yang ada .Secara kontekstual anak menerapkan hasil pembelajaran yang diperoleh dalam lingkungan dengan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari, dilihat dari keaktifannya anak akan menghindari sikap- sikap/ tingkah laku yang merugikan bagi kelestarian lingkungan, menimbulkan rasa cinta kepada lingkungan disekitarnya, menghargai hasil cipta sang khalik dan menumbuhkan rasa takwa .Tentu saja akan menggiring anak kepada rasa memiliki, menyayangi, mensyukuri atas nikmat yang diberikan Tuhan sebagai pencipta kepada umatnya. Pada dasarnya akan mengarah kepada keimanan dan ketakwaan ( IMTAQ ).

Pada mata pelajaran llmu Pengetahuan Sosial siswa diharapkan memiliki kemampuan : “ untuk mengembangkan pengetahuan,nilai,sikap dan ketrampilan masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia “ ( Depdiknas,2003 ) .Pada saat sekarang ini kita sedang menghadapi masa globalisasi yang siap tidak siap harus dapat mengikuti kemajuan yang terus berpacu dalam waktu, jika kita sebagai pendidik tidak dapat mengikuti perkembangan yang ada maka siaplah kita untuk menghadapi keterbelakangan, ketinggalan dan keterpurukan dalam informasi bidang pendidikan. Sedangkan kita sadar guru merupakan ujung tombak dalam pelaksana pendidikan

Adanya stimulus respon dalam proses pembelajaran kontekstual dan active learning ,melalui penerapan dan pelaksanaan proses pembelajaran dapat mempertahankan memory dalam waktu yang lama ( long tern memory),sehingga mampu mereccal apa yang mereka pelajari tanpa mengalami hambatan apapun karena mereka dihantarkan kepada tujuan pembelajaran yang sukses.

Sesuai dengan apa yang menjadi tujuan kita bersama sebagai pendidik yang mempunyai tanggung jawab dan amanah dalam mendidik, mengajar dan melatih dilapangan menjadi suatu kewajiban yang mau tidak mau enak tidak enak dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas,dalam hal ini jelaslah kelihatan guru sebagai model yang digugu dan ditiru dalam sikap dan tingkah lakunya, agar dapat menjadi guru yang profesional. Sejalan dengan hal diatas, seorang guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki ketrampilan belajar, mencakup ketrampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know), keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be), ketrampilan dalam pelaksanaan tugas- tugas tertentu (learning to do), dan ketrampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesame secara harmonis(learning to live together), belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (learning to belive and to convince the almighty God).Sehingga dapat menghasilkan anak bangsa yang cerdas, trampil, berimtaq dan siap menghadapi tantangan globalisasi yang telah mendunia. Kalau tidak maka siaplah menghadapi kebodohan dan kehancuran yang sangat menyedihkan dan penuh kegelapan.

30 November, 2008 - Posted by | Artikel | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: