SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

GAJI GURU MINIMAL 2 JUTA?

Pada tahun 2009 guru akan menikmati gaji yang lumayan. Menurut Menteri Pendidikan Nasional Prof. DR. Bambang Sudibyo, sesuai janji Presiden bahwa tahun 2009 guru yang berpangkat rendah dengan masa kerja nol tahun dan masih bujangan gajinya minimal Rp. 2 juta (Wawancara di TV One dalam acara Pariwara). Dari perhitungan volume belanja APBN tahun 2009 sebesar Rp 1.037 trillyun dimana 20 % dari itu yang besarnya Rp. 207,98 trillyun dialokasikan ke pendidikan. Dari Rp 207,98 trillyun itu sebesar Rp.117,8 trillyun dialokasikan ke APBD dan yang paling besar adalah untuk gaji guru. Sebanyak Rp. 105, 4 trillyun dialokasikan untuk gaji guru.

Jumlah itu 50,7 % dari Rp. 207,98 trillyun adalah gaji guru. Ada dua kali peningkatan kesejahteraan guru. Yang pertama adalah peningkatan yang sama dengan pegawai negeri yang lain sebesar 15 % nanti pada Januari 2009 ditambah janji presiden untuk gaji guru yang berpangkat terendah minimal Rp. 2 juta. Jadi ada dua kali peningkatan di samping peningkatan yang berkaitan dengan undang-undang guru dan dosen.

Ada juga kesejahteraan guru itu yang dibayar oleh pusat tidak melalui daerah. Kemudian yang betul-betul mengalir ke Departemen Pendidikan Nasional itu hanya Rp.62,098 trillyun. Dialokasikan ke Depag sebesar Rp. 23, 75 trillyun dan ke departemen lain sebesar Rp. 3,045 trillyun. Dari Rp. 62,098 trillyun itu yang betul-betul dikelola oleh Depdiknas adalah Rp.10,42 trillyun yaitu 16,70 %.

Seluruhnya itu disalurkan dalam bentuk block grant. Dikirimkan langsung ke sekolah-sekolah. Kemudian dalam bentuk dana dekonsentrasi yang paling besar Rp. 32,33 trillyun. Disalurkan ke propinsi yang terutama dialokasikan untuk dana BOS. Juga untuk tunjangan profesi guru dan sebagainya, Kemudian juga untuk UPT di daerah sebesar Rp.17,87 trillyun. Yaitu untuk pelatihan guru, penjaminan mutu pendidikan di daerah juga ada tugas perbantuan sebesar Rp.193,4 milyar. Jadi 20 % bukan semua dikelola diknas. Jadi dari Rp.1.037 trllyun hanya Rp. 62,098 trillyun dikelola depdiknas.. Untuk keperluan manajemen pendidikan seluruh Indonesia hanya Rp.1,38 trillyun. Jadi kecil sekali. Departemen yang paling banyak memberikan dana ke daerah adalah Depdiknas. Berarti banyak sekali dana di daerah karena ditambah lagi dari APBD. Kalau BOS, itu dimasukkan ke dana dekonsentrasi yang di kelola dinas pendidikan. Dan itu juga tidak melalui Depdiknas tetapi dari kas Negara langsung dikirim ke sekolah-sekolah. Jadi Depdiknas, Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten hanya terlibat administrasinya saja. Jadi tidak mungkin ada korupsi BOS di depdiknas, propinsi atau kabupaten. Kalau ada korupsi BOS itu pasti di sekolah atau di kas Negara.

Dibandingkan dengan anggaran tahun 2008 maka terdapat kenaikan anggaran yang sangat signifikan. Pada tahun 2008 alokasi anggaran untuk pendidikan hanya sebesar Rp 64,4 trillyun rupiah yang tersebar di dua departemen yaitu depdiknas sebesar Rp.48,3 trillyun dan Depag sebesar Rp.16,1 trillyun. Untuk tahun 2009 Depdiknas menerima anggaran Rp.62 trillyun. Tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan anggaran pendidikan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan keberlanjutan. Untuk memenuhi tanggung jawab pendanaan tersebut maka pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dapat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dikelola berdasarkan prinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik. Selain itu untuk kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan juga meningkat sehingga menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang handal dan dapat bersaing dengan bangsa lain dapat diwujudkan.

Untuk DAU (Dana Alokasi Umum) yang sekarang besarnya Rp.105,47 trillyun untuk gaji guru PNS pusat dan daerah. Sebesar 50,7 % dari seluruh anggaran pendidikan. Ini meningkat tajam tahun 2009 karena gaji PNS termasuk guru naik 15 % mulai Januari 2009 dan janji presiden gaji guru paling rendah Rp. 2 juta. Di samping itu ada DAK (Dana Alokasi Khusus) yang besarnya adalah Rp 9,3 trillyun untuk rehabilitasi sekolah-sekolah dan madrasah. SD dan MI seluruh Indonesia. Ada dana otonomi khusus yaitu sebesar Rp 2,23 trillyun untuk 3 propinsi yaitu NAD, Papua dan Papua Barat yang dipakai untuk pendidikan. Daerah – daerah yang kaya sumber daya alam juga mendapatkan dana bagi hasil sebesar Rp. 817,9 millyar.

Dengan anggaran yang besar tersebut Depdiknas sudah mempersiapkan program –program yang disusun dalam RENSTRA (Rencana Strategis) 5 tahunan 2005-2009. Yang pada intinya berpatokan pada tiga pilar pendidikan :

Untuk peningkatan dan pemerataan akses pendidikan

Untuk peningktan mutu, daya saing dan relevansi pendidikan

Untuk peningkatan tata kelola dan akuntabilitas publik

Di samping itu juga ada RKP (Rencana Kegiatan Pemerintah) Tahunan dan Depdiknas yang pertama memberlakukan penggajian berbasis kinerja. Hasil laporan kinerja disusun dalam bentuk LAKIP, dan Lakip depdiknas yang terbaik dari seluruh departemen.

Program realitas yang dilakukan depdiknas adalah sebagai berikut

  1. Peningkatan kualifikasi dan professional guru. Guru ditetapkan sebagai profesi. Pada bulan Desember tahun 2005 yang lalu, guru ditetapkan secara undang-undang sebagai profesi.
  2. Pemerintah membentuk direktorat yang baru khusus menangani guru.
  3. BOS tahun 2009 dinaikan menjadi 50 % dari sebelumnya.
  4. Sekolah negeri dan madrasah negeri tingkat SD dan SMP harus gratis.
  5. Kurikulum ditata kembali. Kurikulum disusun sendiri oleh sekolah (otonomi sekolah)
  6. Perbanyakan sarana sekolah termasuk rehabilitasi SD, SMP SMA dan SMK tapi paling besar SD.
  7. Pembangunan ribuan sekolah baru (USB) terutama SMP dan SMK.
  8. Puluhan ribu ruang baru.
  9. Perpustakaan
  10. BOS buku.
  11. TIK pengadaan computer juga akses internet dan intranet termasuk jardiknas

Beberapa tanggapan warga ketika ditanya tentang bagaimana bila anggaran pendidikan ditingkatkan oleh Depdiknas? Menurut Akbari (karyawan) : setuju sekali karena itu yang diharapkan masyarakat Indonesia. Sama halnya dengan Dina (karyawati) setuju sekali biar kesejahteraan pelaku pendidikan itu juga meningkat misalnya guru PNS kan nggak jadi merana-merana banget gitu. Lalu siapa yang berhak mendapatkan anggaran pendidikan tersebut? Menurut dendi (karyawan) Yang adalah siswa yang kurang mampu, guru yang gajinya masih kecil. Yang pastinya guru dan siswa yang kurang mampu bayar uang seolah.

Semoga tahun 2009 guru semakin sejahtera dan profesional dengan sendirinya Pendidikan menjadi berkualitas.

16 Desember, 2008 - Posted by | Info Penting | , ,

5 Komentar »

  1. amieiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

    Komentar oleh uswatun khasanah spd | 16 Desember, 2008

  2. amieiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.semoga cepat direalisasikan gitu!

    Komentar oleh uswatun khasanah spd | 16 Desember, 2008

  3. Amin…enak dong jadi guru.

    Komentar oleh Arnold | 17 Desember, 2008

  4. Untuk daerah perbatasan yang biaya hidupnya sangat tinggi,saya rasa gaji segitu hanya cukup untuk biaya hidup, untuk biaya peningkatan kualitas guru ?

    Komentar oleh budiyanto | 23 Maret, 2009

  5. Terima kasih komentarnya pak Budiyanto, sudah ambil bagian dalam blog ini. Masukannya sangat berarti bagi saya yang berkecimpung di dunia pendidikan. Namun kita perlu optimis, perbaikan-perbaikan terus dilakukan pemerintah.Daerah perbatasan juga menjadi prioritas perhatian pemerintah, seperti halnya daerah terpencil. Sukses selalu.

    Komentar oleh jeperis | 23 Maret, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: