SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

MENDIKNAS: UN TETAP JALAN

Muh Nuh (foto. detik.com)

Jakarta, Senin (14 Desember 2009) — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2009/2010 akan tetap berjalan.

Hal tersebut disampaikan Mendiknas usai membuka Seminar Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca Tahun 2009 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (14/12/2009).

Mendiknas menyampaikan sejarah mengenai UN. Mendiknas menuturkan, sebelum Indonesia merdeka sampai dengan tahun 1972 ada ujian negara yaitu satu ujian secara nasional yang menyelenggarakan negara. Mendiknas menyebutkan, pada saat itu tingkat kelulusan antara 30 – 40 persen. Sejalan dengan itu, lanjut Mendiknas, pada tahun 1969 dimulai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), yang salah satu programnya adalah menaikkan angka partisipasi kasar (APK). “Yaitu mendorong anak – anak supaya dia bisa melanjutkan sekolah. Oleh karena itu dibangun SD Inpres. SD yang didasarkan atas instruksi presiden supaya dia bisa masuk ke sekolah,” katanya.

Lebih lanjut Mendiknas menjelaskan, karena jumlah siswa yang tidak lulus banyak di ujian negara maka kesempatan orang bersekolah menjadi terbatas. “Melihat kondisi itu, kemudian dibuat kebijakan baru ujian sekolah yaitu kelulusannya diserahkan kepada sekolah,” katanya.
Baca lebih lanjut

26 Desember, 2009 Posted by | Berita | | 4 Komentar

MA TOLAK KASASI PERKARA UJIAN NASIONAL

Jakarta-Humas. Mahkamah Agung menolak permohonan pemerintah terkait perkara ujian nasional, dalam perkara Nomor : 2596 K/Pdt/2008 dengan para pihak Negara RI cq Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono; Negara RI cq Wakil Kepala Negara, Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla; Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo; Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional cq Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Soehendro melawan Kristiono, dkk (selaku para termohon Kasasi dahulu para Penggugat/para Terbanding).

Dalam amar putusan tersebut dinyatakan : “Menolak permohonan kasasi dari para Pemohon Kasasi : I. Negara RI cq Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono; II. Negara RI cq Wakil Kepala Negara, Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla; III. Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo; dan IV. Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional cq Ketua Badan standar Nasional Pendidikan, Bambang Soehendro, tersebut; Membebankan para Pemohon Kasasi/para Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)”.

Putusan ini diucapkan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Senin tanggal 14 September 2009, dengan Majelis Hakim H. Abbas Said, SH selaku Ketua Majelis; H. Mansyur Kartayasa, SH, MH dan R. Imam Harjadi, SH, selaku anggota, serta Tuty Haryati, SH, MH sebagai Panitera Pengganti dalam sidang terbuka untuk umum, pada hari itu juga.(Jup)

Sumber : www. mahkamahagung.go.id

26 Desember, 2009 Posted by | Berita | | Tinggalkan komentar

SAATNYA KKG MELAKSANAKAN ToT LESSON STUDY, CLCC DAN KTSP

Walaupun tahun 2009 tinggal 16 hari lagi, LPMP Prov. Kalimantan Barat masih memiliki segudang kegiatan baik di dalam maupun di luar kantor. Untuk tanggal 15 s.d. 18 Desember 2009 diadakan kegiatan Lesson study, CLCC dan KTSP dalam bentuk ToT yang didanai dari peserta ToT yang bersumber dari dana Blockgrant LPMP bagi kelompok KKG/MMP dan bertempat di LPMP prov. Kalimantan Barat.

Khusus kelas C dari 5 kelas yang ada difasilitasi oleh Mujahir, M.Pd dan penulis. Kelas C berasal dari KKG kabupaten Melawi, Sekadau, Sanggau, Ketapang, Landak, Sambas, Sintang dan Kapuas Hulu, dan Kayong Utara. Suasana kelas sangat ramai dengan pemikiran dan pendapat yang berbeda-beda terhadap permaslahan yang terjadi di daerah masing-masing. Beberapa materi ToT sudah tersampaikan, bagi peserta yang mau memiliki bahan untuk modal dalam menyampaikan materi di daerah sebagai trainer nanti di kelompoknya masing-masing, silahkan download di bawah ini:

Salah satu kelompok tampil presentasi, PAKEM adalah bla..bla..

Suasana diskusi

16 Desember, 2009 Posted by | Berita | 4 Komentar

Pelatihan Guru Melalui Kelompok

Sumber : Kompas, 14 Des 2009

Bogor, Kompas – Peningkatan mutu guru tidak berhenti hanya pada program sertifikasi, tetapi juga melalui cara lain, seperti pemberdayaan kelompok- kelompok kerja guru.

”Kami ingin mengubah guru supaya mereka bisa bergeser dari cara pembelajaran yang teacher center ke student center. Perubahan itu memerlukan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan,” kata Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan Depdiknas Baedhowi di Bogor, akhir pekan lalu.

Menurut Baedhowi, pendidikan dan pelatihan guru yang berkelanjutan bisa terlaksana apabila pimpinan sekolah memahami peran penting guru sebagai pencipta atmosfer pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas. Sebagai tahap awal dalam program 100 hari kerja Menteri Pendidikan Nasional, diadakan pelatihan kepada sekitar 30.000 kepala sekolah dan pengawas guna memperkuat implementasi manajemen berbasis sekolah.

Paradigma lama

Hingga saat ini sebagian guru masih terjebak dalam paradigma pendidikan usang yang tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Ini misalnya guru masih menjalankan pembelajaran satu arah atau berpusat pada guru yang tidak merangsang kreativitas dan inovasi siswa.

”Pendidikan guru yang utama adalah membantu mereka untuk mengubah paradigma usang soal pendidikan. Guna menjamin berlangsungnya pendidikan berkualitas, program peningkatan mutu guru melalui pendidikan dan pelatihan harus berlangsung secara berkesinambungan,” kata Eddy Henry, Program & Alumni Affairs Director Sampoerna Foundation, dalam acara penandatanganan kerja sama pendidikan dengan Pemerintah Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, di Sukamara. Program peningkatan mutu 75 guru dan kepala sekolah serta bantuan peningkatan infrastruktur di 11 SD ini didukung PT Sampoerna Agro.

Maytha Monica, Programme Coordinator Sampoerna Foundation Teacher Institue, mengatakan, pendidikan dan pelatihan yang umumnya diberikan pemerintah kepada guru berupa ceramah satu arah. Para guru yang diikutkan juga terbatas.

”Padahal, yang dibutuhkan guru itu pendampingan yang cukup agar mereka bisa melakukan perubahan-perubahan kecil di dalam kelas,” kata Maytha. (ELN)

14 Desember, 2009 Posted by | KKG-MGMP | Tinggalkan komentar

LESSON STUDY, KEGIATAN LPMP, OPEN LESSON DI SMP K IMMANUEL

Dalam rangka terus memfasilitasi peningkatan kompetensi guru di Kalimantan Barat, LPMP Prov. Kalimantan Barat kembali melaksanakan kegiatan Lesson Study bagi guru-guru SMP dan Peningkatan Imtaq bagi guru-guru SD se Kalimantan Barat. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 30 Nopember 2009 sampai 3 Desember 2009 di LPMP Prov. Kalimantan Barat. Pelaksanaan kali ini, lain dari biasanya karena selama kegiatan mulai hari kedua tak satupun pejabat LPMP berada di tempat. Khusus kegiatan Lesson Study dapat dilaksanakan prakteknya atas usaha penulis mendekati salah satu sekolah yaitu SMP K Immanuel II di Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Terima kasih Pak Antonius, kita diterima di sekolah nya dengan sangat ramah dan senang. Semoga lesson study dapat berlanjut dan SMP K Immanuel semakin eksis mencerdaskan kehidupan bangsa..

Siswa dan observer sedang konsentrasi melakukan tugas masing-masing

Peserta open lesson dan widyaiswara foto sejenak di depan SMP K Immanuel II Sungai Raya

Tampil percaya diri seorang guru model dari kab. Sintang.

Peserta saat menerima materi di LPMP prov. Kalimantan Barat

3 Desember, 2009 Posted by | Kegiatan WI | | 3 Komentar