SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

PENDIDIKAN INKLUSIF

Defenisi yang luas:

Pendidikan inklusif memiliki defenisi yang luas, mengikutsertakan anak-anak yang mungkin terasingkan, misalnya yang tidak bersekolah, yang secara ekonomikurang/tidak mampu, yang memiliki hambatan geografis, yang memiliki ketunaan, dan yang memiliki kebutuhan khusus dalam hal kesehatan.

Sekolah inklusif

Sekolah inklusif berarti tiap anak punya hak atas pendidikan dengan perlakuan yang adil dan program yang sesuai dengan kebutuhannya.

Siapa yang bertanggungjawab

Setiap komunitas sekolah bertanggungjawab atas Pendidikan Inklusif, tidak hanya guru sendiri. Tindakan Inklusif baik bagi siapapun, bukan hanya bagi anak yang berkebutuhan khusus. Kepemimpinan yang kuat dan adil adalah yang terutama.

Strategi-strategi kepemimpinan  : bagaimana saya dapat memakai penerapan-penerapan inklusif guna memajukan sekolah saya?

  • Mengartikulasikan dengan jelas dan secara berkala pandangan anda mengenai sebuah masyarakat inklusif bagi komunitas sekolah anda.

  • Memimpin pembahasan-pembahasan profesional tentang keadilan sosial, keadilan, dan Bhinneka Tunggal Ika.

  • Fokus pada pencarian pemecahan masalah ketimbang melukiskan permasalahan dan alasan-alasan mengapa ini dan itu tidak bisa dilakukan.

  • Menghasilkan dan memakai sumber sumber daya dengan kreatif dan efisien. Mengikutkan seluruh anggota komunitas lokal yang belum dilibatkan.

  • Mendaftarkan seluruh siswa, bukan malah menolak anak-anak yang berkebutuhan khusus.

  • Mendorong pengajaran yang kolaboratif sehingga guru-guru bisa saling memberikan dukungan dan berbagi pemikiran.

  • Mengikutsertakan dan menghargai peran orangtua dan pemerhati.

  • Menumbuhkembangkan daya tahan, motivasi, dan kegigihan dalam dri anda, guru-guru yang anda pimpin, dan murid-murid mereka.

  • Melakukan tinjauan ulang secara teratur terhadap program sekolah, rencana , kebijakan dan sarana dalam pencarian cara-cara yang kreatif untuk meningkatkan pencapaian bagi semua siswa.

  • Memberi penghargaan terhadap pembaharuan-pembaharuan dan pembelajaran yang berkelanjutan dan tak perlu kuatir bila terdapat kesalahan dalam prosesnya.

Sumber : Artikel Australia Indonesia Partnership.

10 Februari, 2010 - Posted by | Mutu Pendidikan |

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: