SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

SELAMAT ULANG TAHUN AYAH

Hari ini genap 80 tahun usia ayah saya. Selamat Ulang tahun saya ucapkan kepada ayah yang tercinta. Doa kami anak-anakmu selalu menyertaimu. Kiranya Tuhan selalu memberkati dalam kehidupan di masa tuamu. Walaupun ayah tinggal di kampung, tapi tetap semangat dan sehat selalu. Perjuangan ayah dalam mendidik anak-anaknya menjadi motivasi dan kekuatan kami dalam mendidik cucu-cucunya.
Selamat ulang tahun perkawinan emas juga saya sampaikan kepada kedua orangtua saya. Kiranya selama 50 tahun hidup bersama dalam suka dan duka ayah dan mama tetap menjadi panutan bagi kami anak-anakmu dalam mengarungi mahligai rumah tangga.
ayah

24 Juni, 2009 Posted by | Pribadi | | 2 Komentar

KENAPA YA?

Kadang saya tak mengerti, kenapa bisa terjadi ya? Di mana masalahnya? Berikut ceritanya. Hari Jumat (23 Jan 2009) yang lalu saya  ketemu dengan salah seorang “Amang” (Bapak) yang masih marga keluarga  satu rumpun di Kota Baru. Beliau termasuk Kelas Atas di Kalimantan Barat karena memiliki sejumlah harta, baik bergerak maupun tidak bergerak. Beliau mengundang saya dengan pelan, datang pra ya ke rumah besok! Ada apa amang? sapaku. Ini boru (putri) kita dilarikan orang Melayu Sanggau dijadikan istrinya. Nah besok (Sabtu, 24 Jan 2009) keluarga suaminya akan datang ke rumah. Kita sebenarnya malu menghadapi ini, tapi apa boleh buat..Walaupun boru kita itu sudah berpindah agama tapi kita tetap menerima. Katanya sedih. Baca lebih lanjut

27 Januari, 2009 Posted by | Pribadi | | 9 Komentar

KILAS BALIK AKHIR TAHUN

Hari ini Rabu, 31 Desember 2008, hari terakhir untuk Tahun 2008. Puji dan syukur atas penyertaan Tuhan selama satu tahun yang saya jalani bersama orang-orang yang saya cintai, bersama keluarga, bersama istri dan anak saya. Walau dalam tahun 2008  sepertinya tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya, ada suka dan ada duka. Namun semua telah berlalu..di tahun 2008.

Untuk memasuki tahun 2009 tidak salah jika kita coba merenung beberapa kejadian atau pengalaman yang sangat berkesan dan mengharukan dalam keluarga saya. Hal ini sangat bermanfaat sebagai motivasi untuk menjalani tahun 2009 yang sudah di depan mata.

Tahun baru 2008 yang lalu berjalan seperti biasa, namun pada akhir Januari 2008 keluarga kami diliputi duka yang sangat. Kakak ipar saya setelah mengalami sakit kanker yang menggeroti tubuhnya akhirnya dipanggil Tuhan ke Surga. Sudah banyak usaha yang kami lakukan baik itu dengan operasi dan terakhir kemoterapi ke Penang, Malaysia. Akhirnya kakak kami yang tercinta ambruk juga di rumah Sakit Elisabeth Medan. Sebelum menghembuskan napas yang terakhir saya masih sempat mengunjungi kakak di rumah Sakit tersebut. Saya berangkat bersama anak saya Paskah dari Pontianak menuju ke Medan. Tidak banyak yang bisa saya lakukan, kecuali berdoa.

Hari-hari terus berjalan dengan rutinitas setiap hari, yang pada akhirnya oleh Lembaga tempat saya bekerja mengirimkan saya bersama rekan kerja tugas ke Makasar sampai dua kali. Namun pada kali kedua benar-benar membuat saya tak mampu menahan sakit yang amat sangat. Sampai dokter hotel memeriksa saya. Namun tidak ada perubahan ke arah sembuh, sampai akhirnya saya opname di Rumah Sakit di Pontianak. Tapi ditunggu hampir 2 minggu tidak ada perubahan. Akhirnya berangkat ke Medan untuk opname di sana mulai akhir Juli sampai Pertengahan September. Puji syukur Tuhan masih memberikan kesehatan kepada saya dan bisa beraktivitas seperti biasa kembali.

Tuhan itu baik, baik dan baik adanya. Kita patut bersyukur di tengah duka pasti ada sukacita.

SELAMAT TAHUN BARU

1 JANUARI 2009

31 Desember, 2008 Posted by | Pribadi | | 1 Komentar

KASIH SAYANG MAMA..

Ketika aku teringat dengan mama…betapa berat dan keras perjuangannya dalam mengasuh, membesarkan dan mendidik kami anak-anaknya. Suatu kampung yang nun jauh di pedalaman Sumatera Utara, tepatnya di Napahorsik, kecamatan Tarabintang. Puluhan tahun yang lalu saat kami anak-anaknya masih kecil-kecil, saya anak yang kelima dari 7 bersaudara. Bagaimana beratnya perjuangan yang dialami mama kami, hidup dalam kesusahan. Rumah reot yang kami tempati di bukit kecil di antara 3 rumah keluarga yang lain dikelilingi hutan lebat. Pagi-pagi hanya makan ubi kayu, itupun hasil pencarian/pembelian dari kampung tetangga yang jauhnya 1 jam jalan kaki.

Memang kami juga menanam ubi kayu di ladang tapi tidak berhasil akibat ganasnya babi hutan, sering kami menginap di ladang untuk menjaga ladang dengan mendirikan gubuk yang kalau dipikirkan jauh dari keamanan binatang buas seperti harimau yang sering lewat di sana.

Kami juga memiliki sepetak sawah yang bisa ditanam 2 kali setahun, tapi tidak mencukupi untuk keluarga besar yang membutuhkan biaya hidup tidak sedikit. Akibatnya kami hanya makan nasi 1 kali pada malam hari saja.

Dengan 7 orang anak dan pekerjaan bapak yang hanya guru SD, sungguh  sangat memprihatinkan kehidupan kami. Tapi mama tetap tegar dan bertekad menyekolahkan kami sampai perguruan tinggi.

Singkat cerita setelah bapak pensiun kami menjual semua harta yang di Napahorsik dan pindah ke Pakkat tahun 1990 karena kami anak-anaknya juga tidak ada lagi yang tinggal di sana. Kami anak-anaknya sudah semua ke kota melanjutkan pendidikan. Dan kami bertujuh semuanya sudah menikmati bangku Perguruan Tinggi.

Akhirnya kami bertujuh telah berkeluarga semua  dan memiliki pekerjaan masing-masing. Menurut kami mama dan bapak akan menjadi bahagia bisa berpindah-pindah ke rumah anak-anaknya. Tapi malah mama kepingin tetap kembali ke kampung (Pakkat). Katanya lebih sehat tinggal di sana. Di usianya yang sudah menginjak tujuhpuluhan sekarang ini mama tetap memperhatikan kami semua anak-anaknya yang sudah berpencar.

Saat kutulis blog ini mama lagi berada di rumah anaknya yang kedua yang tinggal di Lubuk Pakam Sumatera Utara.

Rencana mama bulan Juni 2009 nanti kami akan mengadakan pesta ulang tahun yang ke-80 untuk bapak sekaligus untuk pesta emas perkawinan bapak dengan mama. Semoga.

Di hari Ibu ini kami anak-anakmu menyampaikan rasa bangga dan hormat kami untuk mama yang kami sayangi. Semoga Tuhan selalu menyertai mama.

22 Desember, 2008 Posted by | Pribadi | | 1 Komentar