SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

KOIN PENYOK

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat marit. Saat menyusuri jalan sepi, kakinya terantuk sesuatu, “Uhh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok”. Ia mencoba menukar koin itu ke bank, namun disarankan menjual koin itu ke kolektor uang kuno. beruntung sekali koin itu dihargai 30 dollar. Lelaki itu sangat senang. Dengan dolar ia membuatkan lemari di bengkel pembuat mebel, lalu dibawanya pulang untuk diberikan ke istri di rumah. Di tengah perjalanan, seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 250 dollar. Walau sempat ragu lelaki itu setuju dan bergegas pulang. Saat sampai di pintu desa, tiba -tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya bertanya :” Apa yang terjadi?” Engkau baik saja kan? Apa yang diambil perampok itu?”. Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata :”Oh,. bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan pagi tadi”. Demikianlah Tuhan mengatur hak-hak kita. Bila kita sadar, kita tak pernah benar-benar memiliki apapun. Kenapa saat kehilangan kita harus tenggelam dalam kepdihan yang berlebihan? Bersyukurlah.

10 September, 2011 Posted by | Renungan | , | Tinggalkan komentar

KEMBALIKAN TANGAN ITA….

Untuk kita renungkan……

Sebagai ibu, patut juga menghalangi perbuatan suami memukul. Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dgn cara memukul bukanlah cara terbaik, mungkin sudah sampai waktunya untuk badan2 kebajikan educate org Malaysia untuk praktekkan konsep ‘time out” jika anak2 buat salah.

Begini kisah nyatanya:

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Baca lebih lanjut

9 September, 2011 Posted by | Renungan | , | 2 Komentar