SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

FISIKA

Halaman ini berkaitan dengan materi fisika. Bagi bapak/ibu yang memiliki materi yang berkaitan fisika dan bersedia diposting disini, silahkan kirim ke email :jep_lpmpkalbar@yahoo.co.id.

Bapak/ibu juga diberi kebebasan mengomentari setiap materi atau isi blog ini.

MISKONSEPSI PADA MEKANIKA FULIDA

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

            Miskonsepsi yang terjadi pada tekanan hidrostatis adalah :

Menurut buku Karangan Tim Mosifi, menyatakan bahwa : Penurunan rumus tekanan hidostatis  P = ρ. g . h, Kurang tepat, karena rumus tersebut hanya berlaku untuk bejana sederhana seperti tabung dan balok, sedangkan untuk bejana miring seperti gambar dibawah ini, penurunan rumus tersebut tidak dapat menyelesaikan soal seperti gambar dibawah ini.

A

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Pada dasarnya ketika kita merujuk pada konsep hukum utama hidrostatis dan paradoks hidrostatis maka kita dapat menyimpulkan bahwa tekanan hidrostatis tidak bergantung pada bentuk bejana (wadah), jadi setiap titik pada kedalaman yang sama mempunyai tekanan hidrostatis yang sama.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-ansi-language:IN;}

Miskonsepsi yang terjadi pada siswa : 1.      Siswa beranggapan bahwa suatu benda yang tenggelam dalam air disebabkan karena benda lebih berat daripada air, padahal kapal pesiar yang begitu berat tidak tenggelam dalam air. 2.      Siswa berpikir bahwa gas tidak mempunyai massa. 3.      Siswa beranggapan bahwa cairan yang mempunyai viskositas (kekentalan) tinggi selalu mempunyai densitas yang lebih tinggi. Siswa berpikir juga bahwa tekanan fluida hanya mengarah ke bawah.

MENGAPA DALAM MEMPELAJARI FISIKA ADA PRAKTIKUM ?

 

Oleh : L. Sutrisno Adi W.

http://gurumutan.blogspot.com/

Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu eksperimental dan fisika termasuk didalamnya. Sehingga segala sesuatu yang kita ketahui tentang fisika dan prinsip – prinsip yang mengatur sifat – sifatnya dapat dipelajari melalui praktikum, yaitu pengamatan gejala alam. Mempelajari fisika pada dasarnya adalah mempelajari prilaku besaran fisika. Besaran fisika adalah sifat atau gejala alam yang dapat diukur. Dari pengamatan tersebut kemudian disusun suatu teori yang selalu dapat diuji kebenarannya.

Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam, baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan matematika sebagai alat bantu. Pengukuran – pengukuran yang sangat teliti sangat diperlukan dalam fisika agar pengamatan gejala alam dapat dijelaskan dengan akurat.

Berpijak dari situ maka untuk mempelajari fisika diperlukan konsep, hukum, teori, proses IPA , sikap ilmiah dan tentu tidak lepas dari matematika agar dapat menjelaskan fenomena atau kejadian – kejadian alamiah secara kuantitatif.

Dari kegiatan praktikum diharapkan dapat melakukan proses IPA ,proses IPA adalah cara yang digunakan untuk mengembangkan dan memajukan IPA yang meliputi :

– Mengamati ( observasi )

– Mencatat dan mengolah data

– Menginterpretasi ( menafsir )

– Mengukur

– Mengenali peubah

– Menghipotesis

– Merancang percobaan

– Melaksanakan percobaan

– Menyimpulkan

– Mengkomunkasikan

– Menyusun teori

Dalam melaksanakan proses IPA akan melatih bersikap ilmiah,diantaranya :

  1. Obyektif : Pengetahuan sesuai dengan obyeknya atau faktanya dan tidak dipengaruhi oleh perasaan pribadi.
  2. Menggunakan prinsip analisis, semua masalah harus dicari sebab musabab serta pemecahannya.
  3. Jujur
  4. Skipsis yaitu sikap yang tidak mudah menerima sesuatu sebagai kebenaran sebelum menguji sendiri hal tersebut.
  5. Metodik yaitu pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara – cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
  6. Sistimatik , pengetahuan itru disusun dalam suatu system yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menjelaskan, sehingga seluruhnya satu kesatuan yang utuh.

PLUTO RESMI BUKAN PLANET

(Posting : 27 Maret 2009)

Sewaktu kecil kita diajari bahwa tata surya terdiri dari sembilan planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Sekarang saat yang tepat untuk merevisi apa yang kita pelajari dulu. Ternyata sekarang Pluto resmi bukan planet. Hasilnya, tata surya hanya memiliki delapan planet saja.

Sejak 16 Agustus sampai 24 Agustus 2006 , Persatuan Astronomi Internasional bertemu untuk membahas definisi planet. Setelah melalui perdebatan yang sengit, akhirnya mereka merumuskan definisi planet sebagai berikut:

Planet adalah benda luar angkasa yang:

  1. Mengorbit matahari
  2. Memiliki massa yang cukup untuk bergravitasi sendiri sehingga memiliki bentuk yang relatif bulat.
  3. Tidak membagi orbitnya dengan benda-benda lain yang berukuran relatif sama besarnya selain satelitnya sendiri.

Pluto tidak memenuhi syarat yang terakhir karena pada orbitnya terletak benda-benda Trans Neptunus.

Benda angkasa yang memenuhi syarat pertama dan kedua, tetapi tidak memenuhi syarat ketiga dinamai planet kerdil (dwaft planet). Selain Pluto, planet kerdil lainnya adalah Ceres dan 2003 UB313.

Sumber : Priyadi’s Place

PELANGI TERBALIK ADA APA ?

(Saksi :  Drs. kardono nanik suryant)

Salam, mohon kesediaan teman teman membantu memecahkan beberapa kejadian yang sempat saya lihat dan saya foto dengan menggunakan kamera digital.kejadian hari selasa tanggal 6 Januari 2009 lebih kurang jam 17.10 menit saya melihat dilangit sebelah tenggara ada pelangi yang terbalik maksudnya puncak menghadap ke bawah dan warna mejiku dimulai dari ungu ke merah , kebetulan saya mengambil 8 buah gambar, semoga dapat kita manfaatkan mohon penjelasan rekan rekan secara ilmiah dan non ilmiah juga boleh matur nuwun.

Isnaeni Usman

Salam semua,   Pelangi terbalik itu bisa saja terjadi, saya kutipkan salah satu info dari internet:   What looks like an upside-down rainbow is actually a rare atmospheric spectacle called a circumzenithal arc. According to the San Francisco Chronicle: “it’s an unusual phenomenon caused by sunlight shining through a thin, invisible screen of tiny ice crystals high in the sky and has nothing at all to do with the rain.” Light being reflected off another source such as water is one cause, when the lights angle is redirected, it changes the appearance of the light from how we see it…or you could just stand on your head…lol I live on the beach and have seen them over the water only…usually there is alot of clouds when ive noticed it and the sun is peeking through somewhere… hope this helped a little.   Kalo mau lihat gambarnya, silahkan tanya Google Image, ketik aja “upside down rainbow”   semoga bermanfaat.
Salam Isnaeni

2 Komentar »

  1. tolong dikirim artikel fisika aktual

    Komentar oleh Mustain Baladan | 7 Oktober, 2009

  2. Tolong dibagikan kalau ada berita atau ilmu yang baru

    Komentar oleh pgriacehselatan | 21 Februari, 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: