ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN KLASIK

  1. a.        Aliran Filsafat Idealisme

 

  1. 1.        Pengertian/Pandangan Teori Aliran Idealisme

Idealisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan jiwa dan roh. Istilah Idealisme diambil dari kata idea yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa.

Secara umum Idealisme selalu berhubungan dengan rasionalisme, ini adalah aliran epistemologi yang mengajarkan bahwa pengertahuan Apriori atau deduktif dapat diperoleh manusia dengan akalnya.

Idealisme sangat fokus tentang keberadaan sekolah. Aliran inilah satu-satunya yang melakukan oposisi secara fundamental terhadap naturalisme. Pendidikan harus terus eksis sebagai lembaga untuk proses pemasyarakatan manusia sebagai kebutuhan spiritual, dan tidak sekadar kebutuhan alam semata. Gerakan filsafat idealisme pada abad ke-19 secara khusus mengajarkan tentang kebudayaan manusia dan lembaga kemanuisaan sebagai ekspresi realitas spiritual.

(Untuk lengkapnya silahkan download disini ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN KLASIK. Setelah itu silahkan tinggalkan pesan)

Lanjutkan membaca “ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN KLASIK”

DERET TAK HINGGA DAN DERET PANGKAT

  1. 1.      DERET GEOMETRI

Deret geomeri adalah jumlah dari barisan dimana setiap dua suku yang berurutan mempunyai pebandingan (ratio) yang sama.

Bentuk umummnya :

a+ ar+ar2+ar3+……………arn-1

Jumlah suku ke n

Rumus    :

dimana            a   :  adalah suku pertama

r    :  perbandingan /ratio dua suku beraturan

Sn  : adalah jumlah n suku yang pertama

Deret geometri tak hingga

Suatu deret geometri memiliki limit jumlah jika deret geometri tersebut konvergen.

dengan Syarat : IrI< 1

Dari   untuk n  maka ,

maka :

=

Contoh  soal

  1. 0.555 = 5/10+5/100+5/1000+5/10000+5/100000+……..

a = 5/10, r=1/10

  1. 4/3+4/9+4/27+4/81+………..

 

Untuk lengkapnya silahkan download di sini DERET TAK HINGGA DAN DERET PANGKAT . Jangan lupa tinggalkan pesan.

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF

Salah satu faktor penghambat kemampuan dan keterampilan guru mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran adalah terkait dengan keterampilan Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru-guru Fisika yang masih rendah.

Salah satu keterampilan PCK yang harus dimiliki guru adalah memahami karakteristik belajar  peserta didik dengan segala aspeknya, termasuk aspek-aspek psikologi terutama psikologi kognitif (Wenning, 2007).

Menurut Piaget, setiap individu mengalami tingkat perkembangan intelektual sbb:

(1) Sensori-motor (0 – 2 tahun);
(2) Pra-operasional (2-7 tahun);
(3) Operasional konkret (7-11 tahun); dan
(4) Operasi formal (11 tahun ke atas).

Setiap individu mempunyai urutan yang sama, tetapi dengan kecepatan masing-masing.

Perkembangan intelektual ini dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu:

kedewasaan, pengalaman fisika, pengalaman logika-matematika, transaksi sosial,  dan proses ekuilibrasi

Untuk lebih lengkapnya silaahkan download di sini TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF. Jangan lupa tinggalkan pesan.

ISU DAN TREN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Pada dasarnya manusia mempunyai perbedaan, dengan perbedaan itu manusia saling asah, asih, asuh (saling mencerdaskan). Dengan pembelajaran kooperatif diharapkan saling menciptakan interaksi yang asah, asih, asuh sehingga tercipta masyarakat belajar (learning community). Siswa tidak hanya terpaku belajar pada guru, tetapi dengan sesama siswa juga.

Berdasarkan fakta yang ada ternyata model pembelajaran koperatif belum diterapkan di sekolah-sekolah secara penuh. Fakta ini diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan tim penulis ke sekolah-sekolah yang ada di Sumatera Utara. Fakta ini juga diperoleh dari ungkapan yang dipeoleh dari beberapa latar belakang penelitian skribsi tentang model pembelajaran kooferatif di sekolah-sekolah.Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan, sebagai latihan hidup di masyarakat.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di sini ISU-ISU MODEL PEMBELAJARAN  KOOPERATIF. Jangan lupa setelah download tinggalkan pesan.

APLIKASI TEORI VYGOTSKY PADA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA

  1. A.    Pendahuluan
Siswa sedang aktif belajar

Lev Vygotsky adalah tokoh pendidikan yang melihat bagaimana pembelajaran itu terjadi dipandang dari sisi sosial. Perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. Lev Vygotsky (1896-1934), seorang psikolog berkebangsaan Rusia, mengenal poin penting tentang pikiran anak ini lebih dari setengah abad yang lalu. Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20.

Sezaman dengan Piaget, Vygotsky menulis di Uni Soviet selama 1920-an dan 1930-an. Namun, karyanya baru dipublikasikan di dunia Barat pada tahun 1960-an. Sejak saat itulah, tulisan-tulisannya menjadi sangat berpengaruh. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda, tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri.

  1. B.     Teori Belajar Vygotsky

Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan alat-alat ingatan. Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Menurut Vygotsky, anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Namun, anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan, berfikir dan menyelesaikan masalah. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ”alat kebudayaan” tempat individu hidup dan  alat-alat itu berasal dari budaya. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua  selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya.
Lanjutkan membaca “APLIKASI TEORI VYGOTSKY PADA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA”

PARTIKEL “TUHAN” YANG DISEBUT “HIGG BOSON” DITEMUKAN

Pengumuman penemuan partikel yang konsisten dengan Higgs Boson atau sering disebut-sebut sebagai partikel Tuhan pada Rabu (4/7/2012) disambut kegembiraan banyak pihak.

Para ilmuwan, tak terkecuali Stephen Hawking, memberi ucapan selamat kepada Peter Higgs, ilmuwan Inggris yang merumuskan keberadaan Higgs Boson. Sementara itu, media internasional memberitakan penemuan ini besar-besaran, mengulasnya dari berbagai sisi.

Tapi di antara keramaian ucapan selamat dan pemberitaan, tersisa banyak orang yang belum mengetahui apa sebenarnya Partikel Tuhan. Pemberitaan Partikel Tuhan malah membuat dahi mengernyit.

Suharyo Sumowidagdo, ilmuwan Indonesia yang turut serta dalam perburuan Partikel Tuhan di Large Hadron Collider (LHC) Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir (CERN) mengurai beberapa hal mendasar tentang penemuan Partikel Tuhan tersebut.
Lanjutkan membaca “PARTIKEL “TUHAN” YANG DISEBUT “HIGG BOSON” DITEMUKAN”

BUKU MATEMATIKA KARYA GURU KALBAR

Buat pengunjung blog ini, Buku “1111 Bank Soal & Pembahasan Matematika SMA/MA IPA/IPS” (Cakrawala, Yogyakarta), “Bintang Kelas Kuasai Rumus Matematika SMA IPA” (Caberawit, Yogyakarta), “Bintang Kelas Kuasai Rumus Matematika SMA IPS” (Caberawit, Yogyakarta), “Super Genius Matematika SMA IPA/IPS” (Cakrawala, Yogyakarta), dari Dono Santosa, S.Pd, guru SMAN 1 sepauk, Kab. Sintang Kalbar dpt dibeli di toko buku Gramedia Pontianak. Profil buku dpt dilihat di http://www.gramediaonline.com.
Terimakasih.

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBUAT SOAL MELALUI WORKSHOP DI ….

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan  kemampuan guru ……., dalam membuat Soal   melalui workshop. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan …… orang guru mata pelajaran, yang  dijadikan sampel  penyusunan soal, berdasarkan kriteria penyusunan soal standar. Dari hasil  survei   sebelumnya mereka belum pernah menyusun  soal  berdasarkan kriteria / langkah-langkah penyusunan tes standar.  Mereka menyusun soal dengan  mengadopsi soal tes dari bank soal yang dimiliki dan disesuaikan dengan indikator materi yang diajarkan di kelas.

        Penelitian dilakukan dengan 2 siklus.  Soal yang sudah selesai dianalisis dan dinilai berdasarkan  3 parameter yang telah ditetapkan, antara lain :  1), aspek kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran, 2) aspek perilaku tingkat kesukaran Taxonomi Bloom ( C1 – C6), dan ke. 3), penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada tes obyektif.    Sementara itu, untuk mengetahui aktivitas guru di dalam bekerja, peneliti melengkapi alat ukur dengan  panduan observasi. Aspek yang diobservasi dalam kegiatan ini,  terdiri dari 5 aspek kegiatan guru yaitu : a),  aspek bahan, b), aspek keaktifan , c), aspek presentasi internal, d), aspek presentasi eksternal dan e), aspek panel pakar.

Berdasarkan kreteria tersebut di atas, dari siklus I dan siklus II rata-rata skor menunjukkan peningkatan, dari rata-rata skor 70.50 ke skor 77.50. itu berarti upaya guru …….. dalam membuat soal sudah signifikan dan  mereka sudah sangat berupaya untuk bisa membuat tes yang layak.  Dalam siklus I ada  1 orang guru belum tuntas, maka dilanjutkan ke siklus II untuk menuntaskan sekaligus memberikan pengayaan bagi yang sudah tuntas.

Dari hasil analisis pada siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan kualitas dengan hasil rata-rata kemampuan guru ……… dalam membuat soal  semester ganjil  dari rata-rata skor  69.10 menjadi skor 77.50 dengan peningkatan sebesar  10.7 %

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui  workshop dalam penyusunan soal Guru-guru …..  , telah berhasil membuat tes standar ( layak ) berdasarkan kreteria yang ditetapkan. Mudah-mudahan guru di ……. dalam melaksanakan Ulangan Akhir Semester, serta lainnya tidak lagi mengadosi soal yang ada ( bank soal).

Kata kunci : Pembuatan Soal  : Melalui Workshop

PENGUMUMAN UKA 22 MARET 2012

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnyaakan mengumum- kan hasil akhir uji kompetensi awal (UKA) guru tahun 2012 yang telah dilaksanakan pada bulan Februari 2012 lalu.

Pengumuman UKA akan disampaikan pada 22 Maret 2012.

Bagi yang lulus UKA, selanjutnya mengikuti PLPG dan yang gagal dalam UKA akan diadakan pembinaan khusus.

Berikut data peserta dan nilai hasil UKA ( sumber: diolah dari http://www.kemdiknas.go.id/ dan  http://www.jpnn.com)

Peserta

  1. Mendaftar: 285.884
  2. mengikuti ujian hanya 281.016 orang
  3. tidak mengikuti ujian 4.868 orang

Peserta Berdasar Tempat Tugas

  • TK: 23.753
  • SD: 164.539
  • SMP: 51.238
  • SMA: 18.125
  • SMK: 15.105

Kualifikasi Pendidikan Peserta

  1. SMP: 195
  2. SMA: 19.039
  3. D1: 2.697
  4. D2: 34.614
  5. D3: 3.906
  6. S1: 211.858
  7. S2: 3.453
  8. S3: 9

Nilai Tertinggi Peserta Berdasar Jenjang

  • Desi Dwi Jayanti dari TK Islam Nurul Iman, Kabupaten Bogor dengan nilai 90,
  • Nurfatah dari SD 8 Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Sumsel dengan nilai 80,
  • Melany Wiwanty Parulian Mukuan dari SMP Advent Amurang Kabupateng Minahasa Selatan, Sulawesi Utara dengan nilai 87,5,
  • Gatot Priadi dari SMAN 1 Karas Kabupaten Magetan Jawa Timur dengan nilai 90.

Nila Rata-rata Nasional: 42,25.

Sebanyak 154 kabupaten/kota memiliki nilai UKA di atas rata-ra nasional, antara lain:

  • Kota Blitar sebesar 56,41,
  • Kota Sukabumi sebesar 55, 88,
  • Kabupaten Gresik 55,41,
  • Kota Malang 53,71,
  • Kabupaten Jembrana, sebesar 53,63,
  • Kota Magelang 53,62,
  • Kota Surakarta sebesar 52,49,
  • Kota Pasuruan 52,30,
  • Kota Denpasar sebesar 52,23, dan
  • Kabupaten Banyumas sebesar 52,23.

Provinsi 10 Besar Terbaik Hasil UKA 2012

  1. DIY (50,1)
  2. DKI Jakarta (49,2),
  3. Bali (48,9),
  4. Jawa Timur (47,1),
  5. Jawa Tengah (45,2),
  6. Jawa Barat (44,0),
  7. Kepulauan Riau (43,8),
  8. Sumatera Barat (42,7),
  9. Papua (41,1) dan
  10. Banten (41,1).

Propinsi 5 Rata-rata Terendah

  1. Maluku (34,5),
  2. Maluku Utara (34,8),
  3. Kalimantan Barat (35,40),
  4. Kalimantan Tengah (35,5), dan
  5. Jambi (35,7)

Nilai Rata-rata Bersdasar Jenjang Satuan Pendidikan

Berdasar jenjang sekolah asal guru, rata-rata tertinggi adalah guru TK dan terendah kompetensinya adalah Pengawas sekolah.

  1. TK  ( 58.87)
  2. SD (36,86)
  3. SMP (46,15)
  4. SMA (51, 35)
  5. SMK (50, 02)
  6. SLB (49,07)
  7. Pengawas (32,58)

Nilai  Nasional

  1. Tertinggi 97,0
  2. Terendah adalah 1,0.
  3. Rata-rata 42,25 dengan standar deviasi 12,72.

Catatan Lain Hasil nilai UKA

  • Pada jenjang bertugas SMP, guru yang memiliki latar belakang pendidikan S2 ada yang mendapat nilai UKA sebesar 14.
  • Rata-rata nilai guru SMP yang berpendidikan S2 sebesar 51,3 dengan nilai UKA tertinggi sebesar 82.
  • Nilai UKA dari guru SMA yang berlatar belakang pendidikan S3 sebesar 46,8 dengan nilai tertinggi 61.
  • Nilai UKA dari guru yang berlatar belakang pendidikan S2 yaitu sebesar 55,9 dengan nilai tertinggi 84,3.

Penataran bagi yang Gagal UKA

bagi para guru yang tidak lulus uji kompetensi awal (UKA) 2012 akan diadakan pembinaan khusus. Pembinaan ini akan dilakukan selama liburan sekolah di bulan Mei hingga Juni 2012 mendatang.

Di dalam proses pembinaan tersebut, para guru akan diberikan ilmu-ilmu pendidikan keguruan. Yakni, mulai dari masalah metodologi hingga materi – materi pengajaran lainnya. “Sehingga nantinya ketika masuk tahun ajaran baru, para guru yang tidak lulus UKA ini akan semakin fresh dan bisa semangat meningkatkan kualitas mengajarnya,” ungkap Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3).