PENINGKATAN MUTU DAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PROGRAM BERMUTU

  • PENDAHULUAN

Dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, sejak tahun 2008 Pemerintah telah melaksanakan Program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) yang rencananya sampai tahun 2013. Program ini nyatanya hanya di 16 Provinsi dan tidak termasuk Kalimantan Barat. Program BERMUTU bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sebagai dampak peningkatan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja guru. Salah satu komponen strategis Program BERMUTU untuk mencapai tujuan tersebut adalah penguatan peningkatan mutu dan profesional guru secara berkelanjutan.

Besarnya jumlah guru yang belum memenuhi kualifikasi minimal S1/D4 menjadi dasar pemikiran untuk memberdayakan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang mewadahi guru SD, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang mewadahi guru bidang studi di SMP, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), Musyawarah Kerja Pengawas  Sekolah (MKPS). Dalam Program BERMUTU, peningkatan kompetensi guru akan ditingkatkan dengan memberdayakan KKG dan MGMP sehingga mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan profesional guru termasuk pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi bagi guru yang belum memiliki Ijazah S1/D4 dan juga bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah.

  • PROGRAM BERMUTU

Model Belajar BERMUTU merupakan suatu model belajar bagi guru dalam meningkatkan kompetensi profesionalnya secara kolaboratif melalui kajian pembelajaran yang komprehensif dan berkelanjutan menuju terciptanya komunitas belajar.

Model Belajar BERMUTU pada dasarnya merupakan model penerapan penelitian tindakan kelas oleh guru yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah atau perbaikan pembelajaran. Model pembelajaran ini dimulai dari kajian pembelajaran, identifikasi masalah, penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, pengumpulan dan analisis data, refleksi dan tindak lanjut, serta pelaporannya. Untuk memperkaya khasanah penelitian tindakan kelas, pendekatan kerja kolaboratif guru dalam berbagai tahap perencanaan, pembaharuan/perbaikan pembelajaran, dan refleksi dalam model Lesson Study diintegrasikan ke dalam Model Belajar BERMUTU. Selain itu, digunakan juga teknik studi kasus sebagai alat untuk mengumpulkan data dalam observasi dan refleksi.

Model Belajar BERMUTU menekankan pada kajian pembelajaran sebagai langkah awal untuk membuka cakrawala guru tentang proses pembelajaran dari tiga aspek, yaitu aspek kurikulum, aspek bidang studi, dan aspek praktik pembelajaran. Melalui kajian pembelajaran, di mana guru melakukan observasi dan menganalis proses pembelajaran yang berlangsung secara cermat, guru diharapkan dapat mengidentifikasi beragam masalah dalam proses pembelajaran, terutama dari sisi kurikulum, bidang studi, dan praktik pembelajaran.

Model Belajar BERMUTU ditujukan untuk dapat meningkatkan keterampilan guru, kepala sekolah dan pengawas dalam hal berikut ini. Lanjutkan membaca “PENINGKATAN MUTU DAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PROGRAM BERMUTU”

DIKLAT PKG DAN PKB KKG SD INTI III SUNGAI DEKAN KEC.MELIAU KAB.SANGGAU

KIRI-KANAN: Jeperis Nahampun,S.Si (Widyaiswara LPMP Kalbar), Y.Siswantono,A.Ma.Pd.(Pengawas TK-SD), Bahari,S.Pd.SD (Ka.Cabdisdikpora Meliau), Syurya M.Th,A.Ma.Pd. (Pengawas), Supriono,S.Pd.SD (Ka.SDN 07 Pancasila) dalam acara Pembukaan Diklat PKG dan PKB

Diklat Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Inti III Sungai Dekan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat yang dipusatkan di SD Negeri No.07 Pancasila, merupakan implementasi pemanfaatan dana Stimulus berupa dana Block grant yang digulirkan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tanggal 10, 11, dan 12 Oktober 2011 ini mendatangkan Nara Sumber utama Bapak Jeperis Nahampun, S.Si , salah satu Widyaiswara LPMP Kalimantan Barat. Selain materi PKG dan PKB, Nara Sumber juga mengulas materi tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif yang merupakan unsur dari PKB.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Meliau, Bapak Bahari, S.Pd.SD dalam sambutannya mengemukakan bahwa beliau menyambut baik diadakannya diklat semacam ini, karena akan menunjang karier kaum pendidik yang berdampak terjadinya peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan hasil belajar siswa sebagai indikatornya. Apalagi kegiatan ini bukan hanya dihadiri oleh guru-guru yang berstatus PNS, akan tetapi diikuti pula oleh guru Honorer pada sepuluh SD Imbas di SD inti III Sungai Dekan ini. Dalam sambutannya pula, beliau berharap agar kegiatan seperti ini tetap dilanjutkan pada kegiatan rutin KKG, dan pihak LPMP selalu memberikan apresiasi terhadap KKG yang melaksanakan pemanfaatan dana dengan sebaik-baiknya. Seraya mengingatkan bahwa pelaporan penggunaan dana block grant ini sangat diperlukan. ( Oleh Supriono, S.Pd.SD. Kepala SD Negeri No.07 Pancasila)

PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU)

A. Pengertian PK GURU

Menurut  Peraturan  Menteri  Negara  Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi Birokrasi  Nomor  16  Tahun  2009,  PK  GURU  adalah  penilaian  dari  tiap  butir kegiatan tugas  utama  guru  dalam  rangka  pembinaan  karir,  kepangkatan,  dan  jabatannya. Pelaksanaan  tugas  utama  guru  tidak  dapat  dipisahkan  dari  kemampuan  seorang  guru dalam  penguasaan  pengetahuan,  penerapan  pengetahuan  dan  keterampilan,  sebagai kompetensi  yang  dibutuhkan  sesuai  amanat  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional Nomor  16  Tahun  2007  tentang  Standar  Kualifikasi  Akademik  dan  Kompetensi  Guru.

Penguasaan kompetensi dan penerapan pengetahuan serta keterampilan guru, sangat menentukan  tercapainya  kualitas  proses  pembelajaran  atau  pembimbingan  peserta didik,  dan  pelaksanaan  tugas  tambahan  yang  relevan  bagi  sekolah/madrasah, khususnya bagi guru dengan tugas tambahan tersebut. Sistem PK GURU adalah sistem penilaian  yang  dirancang  untuk  mengidentifikasi  kemampuan  guru  dalam  melaksanakan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang ditunjukkan  dalam unjuk kerjanya.

Lanjutkan membaca “PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU)”

KOIN PENYOK

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat marit. Saat menyusuri jalan sepi, kakinya terantuk sesuatu, “Uhh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok”. Ia mencoba menukar koin itu ke bank, namun disarankan menjual koin itu ke kolektor uang kuno. beruntung sekali koin itu dihargai 30 dollar. Lelaki itu sangat senang. Dengan dolar ia membuatkan lemari di bengkel pembuat mebel, lalu dibawanya pulang untuk diberikan ke istri di rumah. Di tengah perjalanan, seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 250 dollar. Walau sempat ragu lelaki itu setuju dan bergegas pulang. Saat sampai di pintu desa, tiba -tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya bertanya :” Apa yang terjadi?” Engkau baik saja kan? Apa yang diambil perampok itu?”. Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata :”Oh,. bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan pagi tadi”. Demikianlah Tuhan mengatur hak-hak kita. Bila kita sadar, kita tak pernah benar-benar memiliki apapun. Kenapa saat kehilangan kita harus tenggelam dalam kepdihan yang berlebihan? Bersyukurlah.

KEMBALIKAN TANGAN ITA….

Untuk kita renungkan……

Sebagai ibu, patut juga menghalangi perbuatan suami memukul. Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dgn cara memukul bukanlah cara terbaik, mungkin sudah sampai waktunya untuk badan2 kebajikan educate org Malaysia untuk praktekkan konsep ‘time out” jika anak2 buat salah.

Begini kisah nyatanya:

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Lanjutkan membaca “KEMBALIKAN TANGAN ITA….”

MIMPI SEORANG KEPALA SEKOLAH

CATATAN PERJALANAN

KARYA : SUASANA SRINI *)

Pak Teguh, Sang Kepala Sekolah

”Dulu guru pagi-pagi datang hanya untuk menggugurkan kewajiban. Sesampai di sekolah menyuruh murid untuk membuka buku paket halaman sekian lalu kerjakan,” kata Pak Teguh Karyadi seorang Kepala Sekolah SDN 20 di pelosok nun jauh di Pedalaman Batang Tarang Kabupaten Sanggau, Kalbar.

”Apa maksudnya menggugurkan tugas Pak?”

”Ya itu semacam menjalankan rutinitas. Kan haknya sudah diterima, tinggal menggugurkan kewajibannya. Tapi itu dulu, sekarang ini setelah kami sedikit banyak mempelajari MBS-PAKEM tidak begitu. Setidaknya pagi-pagi kami berangkat dengan hati karena ada sebuah visi.”

Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 banyak pihak yang mengkritisi mutu pendidikan kita. Bahkan tak jarang yang menuding bahwa masih rendahnya kualitas pendidikan menjadi salah satu biang keladi terjadinya krisis multidimensi. Lalu gema ’pembaharuan kembali’ pendidikan bertiup dari berbagai penjuru. Masyarakat peduli pendidikan dan para praktisi menawarkan serta mengujicobakan berbagai bentuk pendekatan. Bahkan ada beberapa yang telah memulai jauh sebelumnya. Pemerintah dengan UU Sisdiknas pada tahun 2003 membuka keran pembaharuan itu. Ada yang memilih untuk terlibat dalam gerakan itu, tetapi banyak juga yang masih ingin berada pada zona nyaman status quo. Terlibat dalam sebuah gerakan pembaharuan memang akan menjadi semakin repot, tetapi kalau dilakukan dengan hati akan terasa lain. Begitu sebaliknya, bila bergeming saja dari gegap gempita itu tentu tidak perlu sibuk, tetapi sesungguhnya akan menjadi batu sandungan bagi yang lain. Lanjutkan membaca “MIMPI SEORANG KEPALA SEKOLAH”

[HFI] National Young Inventor Awards (NYIA) ke-4 Tahun 2011‏

National Young Inventor Awards adalah kompetisi kreativitas ilmiah bagi remaja usia 8-18 tahun dalam melakukan inovasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, memberikan apresiasi dan menggali potensi remaja di bidang inovasi teknologi. Lomba tingkat nasional ini merupakan ajang untuk menjaring inventor remaja ke kompetisi tingkat regional maupun internasional Kompetisi ini diharapkan mampu menghasilkan INOVASI TEKNOLOGI yang mempunyai sifat untuk memudahkan dan mendukung suatu pekerjaan/kegiatan yang berhubungan dengan keadaan keseharian, atau memiliki sifat menghibur dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan yaitu:

1. Penerimaan berkas uraian desain peraga melalui registrasi online: 16 Mei 2011 (paling lambat)
2. Pemanggilan Finalis Ke Jakarta untuk melakukan registrasi dan setting pameran: 15 Juni 2011
3. Presentasi Finalis
4. Audiensi ke kantor Mitra Media Resmi: 15 Juni 2011
5. Pengumuman Pemenang : 16 Juni 2011

HADIAH
Medali, Piagam Penghargaan, dan Hadiah Pembinaan untuk 3 pemenang

Informasi selengkapnya mengenai persyaratan lomba dapat dilihat di http://kompetisi.lipi.go.id/nyia4/

Panitia NYIA ke-4 Tahun 2011
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711, ext. 273, 274, 276
Fax. (021) 52920839, 5251834

MELIRIK PERMENDIKNAS NOMOR 28 TAHUN 2010 & SELEKSI CALON KEPALA SEKOLAH

Melirik Permendiknas Nomor 28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah yang baru-baru ini gencar disosialisakan baik oleh Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Surakarta atau oleh Pemerintah Pusat ke daerah terus berkembang menjadi pembicaraan guru di daerah. Dalam peraturan tersebut diuraikan pada Bab I pasal 1 ayat (1), bahwa kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin taman kanak-kanak/raudhatul athfal (TK/RA), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah pertama/madrasah stanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK), atau sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) yang bukan sekolah bertaraf internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI). Lanjutkan membaca “MELIRIK PERMENDIKNAS NOMOR 28 TAHUN 2010 & SELEKSI CALON KEPALA SEKOLAH”