SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

KONSEP PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

A. Pengantar

Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dan pengelolaan sekolah, kepala sekolah dapat melakukan PTS sekaligus sebagai sarana pengembangan profesinya (Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru), PTS merupakan penelitian yang berawal dari permasalahan sekolah, diselesaikan melalui tindakan spesifik dari gagasan peneliti untuk menyelesaikan permasalahan sekolah. Dengan demikian, yang pertama harus ada dalam penelitian PTS bukanlah diawali dengan membuat judul tetapi diawali dengan menemukan adanya masalah dan tantangan-tantangan untuk melakukan pembaruan atau inovasi.

Masalah-masalah yang akan dirumuskan adalah masalah-masalah aktual yang penting dan mendesak. Jika masalah-masalah itu tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap sekolah. Oleh karena itu, diperlukan tindakan spesifik yang diyakini benar-benar dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Selain berangkat dari permasalahan, PTS juga dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu pembaruan ataupun inovasi dalam berbagai aspek sekolah. Misalnya manajemen perubahan, inovasi pembelajaran, pengembangan kultur baru di sekolah, dan inovasi kepemimpinan pembelajaran.

Saat ini, penelitian paling banyak dilakukan oleh guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah adalah PTS. Penelitian tindakan yang dilakukan guru disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTS bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di sekolah. Sedangkan PTK bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran di kelas.

Baca lebih lanjut

4 Oktober, 2010 Posted by | Karya Tulis Ilmiah, Mutu Pendidikan, Penelitian Tindakan Sekolah | , | 46 Komentar

CONTOH LAPORAN PTS KEPSEK

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS PADA SD NEGERI 68 SANGGAU

OLEH

YOHANES, S.Pd

NIP. 196001011999111019

CABANG DINAS DIKPORA KAPUAS, SANGGAU

KALIMANTAN BARAT

2010

(Jika menginginkan laporan lengkapnya kirimkan biodata:nama/kepsek atau pengawas dan email ke alamat  : jep_lpmpkalbar@yahoo.co.id)

Info yang tak jelas tidak ditanggapi, mohon maaf.

30 September, 2010 Posted by | Karya Tulis Ilmiah, Mutu Pendidikan, Penelitian Tindakan Sekolah | , | 262 Komentar

CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

(Jika menginginkan laporan lengkapnya, silahkan kirim biodata, ke email : jep_lpmpkalbar@yahoo.co.id. Mohon maaf info yang tidak jelas dan tidak ke email tidak ditanggapi)

UPAYA PENINGKATAN MUTU PROGRAM KERJA KEPALA SD NEGERI 5 SINGKAWANG BARAT MELALUI SUPERVISI ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH.

Oleh : Hanafi

DAFTAR ISI

Halaman Judul

Lembar Pengesahan

Daftar Isi

Kata Pengantar

Daftar Lampiran

Ringkasan

BAB I Pendahuluan

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Manfaat Hasil Penelitian

BAB II Kajian Pustaka

  1. Mutu
  2. Program Krja
  3. Kepala SEkolah
  4. Supervisi Administrasi Kepala SEkolah

BAB III Pelaksanaan Kegiatan Penelitian

  1. Setting Penelitian (Faktor yang diteliti)
  2. Pelaksanaan Kegiatan (Pelaksanaan Penelitian)
  3. Kegiatan Pra Siklus
  4. Kegiatan Persiapan Penelitian
  5. Kegiatn Siklus I
  6. Kegiatan Siklus II

BAB IV Pembahasan

  1. Kegiatn Pra siklus
  2. Kegiatan Siklus I
  3. Kegiatan Siklus II

BAB V Simpulan Dan Saran

  1. Simpulan
  2. Saran

Daftar Isi

Abstrak:

Permasalahan sekitar rendahnya mutu penyelenggaraan pendidikan di SDN Kota Singkawang selama ini pada dasarnya bermuara pada lemahnya pengelolaan, pengorganisasian dan pengembangan institusi. Upaya peningkatan mutu penndidikan  persekolahan harus lebi dititikberatkan kepada peningkatan mutu sumber daya manusia. Dalam konteks ini, Program peningkatan mutu kinerja kepala sekolah sangat relevan dan sangat strategis, mengingat fungsi dan perannya sebagai pemimpin dan pengelola satuan lembaga pendidikan di tingkat operasional.

Sebagai pemimpin dan pengelola satuan lembaga pendidikan, kinerja kepala sekolah akan memberikan dampak yang positif atau negative terhadap aspek-aspek sistemik yang terkait dengan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Asumsinya adalah bahwa mutu kinerja  kepala sekolah akan berpengaruh terhadap mutu kinerja guru dan warga sekolah lainnya. Salah satu aspek penting dari mutu kinerja kepala sekolah adalah pengelolaan manjamen sekolah. Sebagai seorang manajerial, kepala sekolah dihadapkan kepada banyak tugas yang menuntut tanggung jawab yang sungguh-sungguh dalam pelaksanaannya.

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di SD N 5 Singkawang Barat dan masalah yang diteliti adalah Mutu Program Kerja Kepala Sekolah pada bidang manajerial khususnya pada penyusunan program kerja tahunan kepaa sekolah melalui Supervisi Administrasi Kepala sekolah yang ditindaklanjuti dengan pembimbingan dan pembinaan secara langsung dan berkesinambungan.

Dalam Pelaksanaan PTS ini prosedurnya adalah mensupervisi dan menganalisa administrasi kepala sekolah, memberikan bimbingan teknis tentang analisis SWOT dan cara-cara penyusunan program kerja tahunan dan membimbing langsung pembuatan anaaisis SWOT dan penyusunan program kerja tahunan kepala sekolah.

Kata kunci : peningkatan mutu, administrasi, supervise, program kerja.

Jika menginginkan laporan lengkapnya kirimkan pesan lewat email :jep_lpmpkalbar@yahoo.co.id

11 September, 2010 Posted by | Penelitian Tindakan Sekolah | , | 476 Komentar

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH BAGI PENGAWAS SEKOLAH

A. Pengantar

Ada enam dimensi kompetensi pengawas satuan pendidikan yang telah disyahkan oleh BSNP dengan Peraturan Menteri No. 12 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pengawas. Ke enam dimensi kompetensi tersebut adalah kompetensi kepribadian, kompetensi social, kompetensi supervise manajerial, kompetensi supervise akademik, kompetensi evaluasi pendidikan dan kompetensi penelitian pengembangan.

Pada bulan November tahun 2006 bersamaan dengan uji publik standar kualifikasi dan kompetensi pengawas satuan pendidikan yang dilaksanakan BSNP di 33 propinsi, Direktorat Tenaga kependidikan melaksanakan uji coba tes kompetensi pengawas pendidikan menengah dengan mengunakan instrumen uji kompetensi yang telah disusun berdasarkan enam dimensi kompetensi di atas. Hasil uji coba tes kompetensi pengawas satuan pendidikan menunjukkan bahwa secara nasional nilai rata-rata penguasaan kompetensi pengawas satuan pendidikan adalah 39,55 dari maksimum skor 70 atau baru mencapai 56,50 %. Penguasaan kompetensi tersebut dinilai masih rendah sebab belum mencapai 69 %. Khusus untuk pengawas pendidikan menengah nilai rata-ratanya mencapai 39,74 artinya sedikit berada di atas rata-rata nasional (39,74 > 39,55).

Dari enam dimensi kompetensi pengawas satuan pendidikan, ada tiga dimensi kompetensi yang nilainya di bawah nilai rata-rata keseluruhan kompetensi. Ketiga kompetensi tersebut adalah kompetensi supervisi manajerial (37,18), kompetensi supervisi akademik (36,30) dan kompetensi penelitian dan pengembangan (38,15). Baca lebih lanjut

23 Maret, 2009 Posted by | Penelitian Tindakan Sekolah | | 117 Komentar