SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY…JANGAN LUPA BERDOA.

PRIHATIN DENGAN SALAH SATU SEKOLAH DI KAB. LANDAK

SD N 40 PELUNTAN

SD N 40 PELUNTAN

Kurang lebih 1 jam naik ojek melalui perkebunan sawit di daerah berbukit-bukit dari desa Jelimpo, kec. Jelimpo, Kab. Landak tibalah kami di desa Peluntan Sengkunang, salah satu desa terpencil menurut pemikiran saya (namun tidak termasuk desa terpencil menurut Pemerintah). Mengingat sinyal HP dan listrik belum ada di desa tersebut.

Di desa tersebut terdapat satu Sekolah Dasar yaitu SD Negeri 40 dengan NSS 101.13.09.02.040 yang cukup memprihatinkan. Sekolah dengan jumlah siswa kurang lebih 122 orang dari kelas 1 sampai kelas 6 belajar di 3 ruangan yang bangkunya tidak layak di zaman teknologi sekarang ini.

Setiap ruangan diisi 9 pasang kursi dan bangku yang reot.

Hanya ini buku yang tersedia

Hanya ini buku yang tersedia

Sehingga tidak dapat dilaksanakan pembelajaran kelas rangkap. Jadi setiap hari terpaksa diadakan pembelajaran 2 shift. Untuk kelas 1, 2 dan 3 masuk pukul 8.00 dan pulang pukul 10.30 wib. Untuk shift 2 kelas 4, 5 dan 6 masuk pukul 11.00 sampai pukul 14.00 wib.

Kondisi bangku

Kondisi bangku

Sekolah ini memiliki Kepala Sekolah penduduk asli desa tersebut, namanya Pak Rikanto. Menurut penduduk setempat beliau tidak pernah masuk sekolah, Tapi biasanya bekerja noreh karet dan di perkebunan setempat.

Di sekolah tersebut sebenarnya ada 3 orang guru PNS (termasuk KS) ditambah 3 orang honor (termasuk 1 guru agama yang tidak pernah digaji). Dari tiga guru PNS hanya satu orang yang aktif mengajar. Seorang lagi malah buka warung di Kantor perkebunan yang ada di dekat desa tersebut.

Yang sangat memprihatinkan dana BOS dari 122 guru tersebut, tidak tahu dikemanakan, Yang jelas hanya menggaji guru honor 2 orang masing-masing 300 rb perbulan. Sedangkan beli kapur saja, biasanya dari kocek guru PNS yang aktif mengajar tersebut.

Pengawas sekolah yang membina sekolah tersebut juga kewalahan membina sekolah tersebut. Dengan pemberitaan ini, kiranya Pemerintah segera menanggapi keluhan masyarakat di sana agar anak-anak mereka benar-benar dapat belajar dengan layak.

Baca juga : Dua Ribu Ruang Kelas SD di Kalbar Rusak Berat

Lantai semen yang hancur

Lantai semen yang hancur

Plang SD N 40 Peluntan

Plang SD N 40 Peluntan

Ruang guru dan kepsek

Ruang guru dan kepsek

Jalan menuju desa Peluntan

Jalan menuju desa Peluntan

24 Maret, 2009 Posted by | Berita | | 8 Komentar